Tuntut Keadilan, Jalan Kaki Menuju Istana Negara 

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Sehari pasca berangkat dari Pare, Kabupaten Kediri, para pejalan kaki penuntut keadilan yang hendak menuju Istana sampai di Kabupaten Nganjuk, Senin (2/7). Warga yang tengah menuntut keadilan terkait sengketa dengan PT.KAI ini beristirahat di Greja Katolik Santo Paulus, Kota Nganjuk.

Kepada para wartawan, keempat warga pencari keadilan ini menyampaikan maksud dan tujuan menuju Istana Negara. Bukan tanpa alasan, mereka mengeluhkan sengketa yang terjadi di Lingkungan Kongan Kelurahan / kecamatan pare, dengan PT. KAI yang hingga kini tak kunjung menemui titik terang.

Empat orang yang menggelar asksi  adalah Anugrah Yunianto (antok), Eko Wahyudi, Vicky Wawa dan Eko Sumarni. Mereka merupakan warga yang tinggal di tanah konflik bekas emplasment PT. KAI, di Lingkungan Kongan Kelurahan Pare.

Anugrah Yunianto, koordinator jalan kaki Pare-Jakarta mengatakan, tujuan keberangkatan ini untuk meminta keadilan kepada Presiden Jokowi terkait konflik antara ratusan kepala keluarga penghuni Lingkungan Kongan melawan PT KAI.

“Kami ingin bertemu Bapak Jokowi di Jakarta untuk menyampaikan ketidakadilan yang kami terima. Kami percaya, bapak presiden akan memberikan solusi terbaik masalah pertanahan yang sedang kami hadapi,” ungkapnya.

Antok berpendapat, selama ini ada kesewenang-wenangan dalam proses hukum terkait gugatan warga atas terbitnya Sertifikat Hak Guna Lingkungan Kongan yang dimiliki PT KAI. Dari belasan kali sidang di PTUN, pihak warga selalu dimenangkan. Namun saat sidang digelar tertutup warga selalu kalah.

Antok menegaskan, aksi nekat dengan cara berjalan kaki dari Pare menuju Jakarta ini, bagian dari protes warga tentang ketidakadilan dan kesewenag wenagan yang dilakukan oknum PT.KAI dengan warga. “Aksi ini bagian dari sentuhan moral buat para pejabat agar tidak bersikap sewenang-wenang terhadap rakyat kecil,” tegasnya.

Setelah beristirahat sejenak di Greja Katolik Santo Paulus kecamatan/ Kota Nganjuk, keemapat warga Pare tersebut melanjutkan perjalanan dengan cara berjalan kaki. Mereka bertekad menuju Istana Merdeka Jakarta.

Kapan kemungkinan sampai di Istana dengan berjalan kaki? “Saya belum tahu perkiraan perjalanan kurang lebih 25 Hari 25 Malam. Kami berharap sesampai di Istana Merdeka Bisa ditemui bapak Presiden Joko Widodo, agar membantu permasalahan warga Pare yang bersengketa dengan PT.KAI,” pungkasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date