Tuntut Jembatan Mrican Dibuka

Share this :

Kediri, Memo – Warga yang tinggal sekitar Jembatan Mrican, Kediri menggelar aksi unjuk rasa di depan halaman Pabrik Gula (PG) Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Selasa (26/4). Mereka menuntut pembukaan akses melalui Jembatan Mrican yang melintang di atas Sungai Brantas. Pasalnya penutupan jembatan tersebut membuat perekonomian warga sekitar menurun.

Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan PG Mrican agar membuka kembali jembatan yang telah ditutup (yudha/memo)
Ratusan warga melakukan aksi unjuk rasa di depan PG Mrican agar membuka kembali jembatan yang telah ditutup (yudha/memo)

Koordinator aksi, Khoirul Anam dalam orasinya mengatakan, sudah empat bulan lamanya Jembatan Mrican ditutup secara sepihak oleh PG Mrican. Penutupan tersebut membuat aktivitas jalan mati. Akibatnya aktivitas warga perekonomian masyarakat sekitar menjadi lumpuh dan pengurangi pendapatan warga. “Jembatan Mrican ini peninggalan kolonial Belanda. Sebagai penjajah, Belanda peduli terhadap masyarakat. Tetapi kenapa justru Adm (Administratur) PG Mrican menutup secara sepihak dengan alasan keamanan. Hari ini jembatan Mrican harus dibuka,” desak Khoirul Anam saat berorasi.

Pantauan Koran Memo aksi unjuk rasa ini dilakukan sekitar pukul 09.00 WIB. Sekitar 300 orang mendatangi PG Mrican dengan menaiki ratusan sepeda motor dan mobil. Tak hanya itu sebagian demonstran menggunakan kereta kelinci dan berteriak bersama-sama agar Jembatan Mrican dibuka saat itu juga. Demonstran juga membentangkan spanduk bertuliskan “Harga mati Jembatan Mrican harus dibuka dan diperbaiki”.

Selain berorasi, para demonstran menggelar pertunjukan jaranan di depan halaman PG. Mereka mengecam Adm PG Mrican yang tidak mau menemui massa untuk mempertanggungjawabkan keputusan penutupan jembatan tersebut. “Urusan keselamatan, bukan menjadi kewenangan Adm PG Mrican, melainkan kewenangan dari kepolisian. Selain itu, kami bukan masyarakat yang bodoh, kami mengerti keselamatan pribadi.,” ungkap perwakilan demonstran lainnya.

Setelah berorasi, perwakilan massa diizinkan masuk menemui perwakilan PG Mrican. Namun, pihak pabrik yang diberikan amanat untuk menemui massa tidak dapat memenuhi tuntutan warga. Mereka beralasan tidak memiliki kewenangan.

Akibatnya warga mengancam akan menduduki PG Mrican hingga perusahaan yang ada di bawah naungan PTPN X itu membuka kembali Jembatan Mrican. Warga tidak ingin memberi toleransi kepada pihak PG karena sejak ditutup dua bulan lalu penghasilan warga turun drastis dan warga yang hendak melintas harus putar dengan jarak yang sangat jauh.

Massa kemudian melanjutkan aksi mereka ke kantor Pemeriontah Kabupaten Kediri. Mereka diterima oleh Joko Susilo, Asisten Pemerintahan, Mujahid Kepala Kesbanglinmaspol, Sukadi Kabag Hukum Pemkab Kediri. Joko menyatakan pihaknya akan melakukan koordinasi linta intansi terkait tuntutan masyarakat.

“Sesuai mekanismenya tentunya akan kita gelar rapat dengan dinas terkait. Apa yang disampaikan ini tentu akan kami bahas dan kami tampung dulu untuk kemudian melakukan aktion,” katanya.( ram/bak)

 

Follow Untuk Berita Up to Date