Tuntut Ganti Rugi, Warga Duduki Tol Manker

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Warga Dusun Gendong Desa Sidorejo, Saradan, Kabupaten Madiun kembali menduduki jalan tol Solo – Kertosono ruas Mantingan – Kertosono di Desa setempat,m. Lantaran, belum jelasnya kompensasi atas kerusakan infrastruktur jalan dan irigasi pertanian.

Saeran, salah satu warga desa Sidorejo mengatakan sejak megaproyek nasional itu dilaksanakan, tak pernah ada omongan dari pihak pelaksana PT Adhi Karya untuk mengganti jalan pertanian itu.  Padahal, kesepakatan awal, jalan bakal diganti jalan.

Nyatanya, hingga tol Manker  itu hampir selesai pembangunannya, jalan yang dijanjikan masih saja diawang-awang. “Kami minta ganti rugi jalan desa dikembalikan, sebab jalan sawah di desa lain juga diganti,” katanya, Jumat (11/8).

Warga dusun Gendong juga menginginkan underpass (terowongan) serupa untuk bisa menjangkau sawah mereka yang berada di utara jalan bebas hambatan tersebut. Pasalnya, jika mereka harus melewati overpass Sidorejo, jaraknya terlalu jauh. ‘’Biasanya hanya 25 meter. ini harus berputar sampai 1,5 kilometer,’’ ungkapnya.

Saeran mengaku, jalan selebar sekitar tiga meter itu sudah ada sebelum megaproyek nasional itu bergulir. Jalan tersebut turun temurun menjadi akses warga menuju sawah.

Setidaknya terdapat sawah warga sekitar 35 hektare yang berada di utara jalan tol.  ‘’Kami tidak bermaksud menghalangi program pemerintah. Bukankah merebut milik orang lain itu menyalahi aturan?,’’ paparnya.

Sisi lain, warga menuntut perbaikan irigasi yang rusak akibat proyek tol tersebut. Sebab, dua blok sawah disisi selatan jalan tol itu sudah tidak bisa ditanami. Karena kurang mendapat pasokan air. ‘’Salurannya putus,’’ ungkapnya.

Dalam aksi kali ini, warga ditemui sejumlah perwakilan dari PT. Ngawi Kertosono Jaya. Pihak PT NKJ berjanji akan menormalkan kembali saluran irigasi yang tersebut. “Untuk pembuatan terowongan jalan menuju ke sawah,  sudah disampaikan kepada direksi dan akan dicarikan solusi,” kata perwakilan PT NKH Charles Lendra.

Dikatakan, kebijakan dari PT. NKJ akan diganti frontage menuju ke timur sampai terowongan di sebelah selatan Jalan Tol dan frontage ke barat dari terowongan di sebelah utara Jalan Tol. Adapun ukuran  frontage dengan lebar 4 meter, sedangkan yang di cor/permanen 3 meter.

Reporter: Juremi

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.