Tuntut Copot Kasi Pidsus

Share this :

Kediri, Koran Memo – Sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Kamis (7/4). Mereka menuntut agar Kasi pidsus Kejaksaan Negeri Kota Kediri, Rosyid dicopot dari jabatannya. Alasan tersebut dilontarkan massa, karena saat LSM sedang menggelar demo beberapa waktu lalu ditantang berkelahi oleh Kasi Pidsus.

Para aktivis meminta Kejaksaan Negeri Kota Kediri mencobot Rosyid dari jabatannya sebagai Kasi Pidsus (amid/memo)
Para aktivis meminta Kejaksaan Negeri Kota Kediri mencobot Rosyid dari jabatannya sebagai Kasi Pidsus (amid/memo)

Aksi ini merupakan buntut dari perkataan yang diucapkan Rosyid saat para demonstran menggelar aksi menuntut Soni Sandra agar diberikan hukuman seumur hidup, Senin (4/4) lalu. Diduga karena tersulut emosi Rosyid mengeluarkan kata-kata yang dianggap tidak pantas oleh para pendemo.

Habib, koordinator aksi mengatakan, pihaknya menyesalkan ulah Rosyid yang arogan. Sebagai bagian dari penegak hukum seharusnya Rosyid tidak mengucapkan kata yang tidak layak diungkapkan. Apalagi jika menantang berkelahi para pendemo. “Kita minta agar Kasi Pidsus dicopot dari jabatannya karena dinilai tidak pantas memegang jabatan tersebut,” ungkap Habib.

Terpisah Rosyid meminta maaf atas perbuatannya yang dilakukan beberapa waktu lalu. Hal ini diduga karena kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka sehingga berbuntut panjang dengan adanya aksi pemintaan pencopotan terhadap dirinya. “Saya minta maaf jika ada pihak yang kurang berkenan dengan apa yang terjadi beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Rosyid menerangkan saat itu kondisi antara kedua pihak cukup panas. Para demonstran menuntut Kasi Pidum untuk menghadirkan paksa Soni Sandra dalam sidang. Rosyid meminta kepada para demonstran agar tidak mengancam seperti itu. Namun hal itu menyulut kesalahpahaman diantara kedua belah pihak.

Sementara itu Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kediri Benny Santoso mengungkapkan pihaknya telah menampung aspirasi para pendemo. Mengenai tuntutan tersebut pihaknya akan melakukan evaluasi. “Kita akan lakukan evaluasi terlebih dahulu sebelum memutuskan sesuatu,” tegasnya. (ram)

 

 

Follow Untuk Berita Up to Date