Tunggu Pembeli di Nganjuk, Bekas Napi Lapas Porong Disikat Tim Rajawali 19

Share this :

Nganjuk, koranmemo.com – Penjara tidak bisa membuat jera, mungkin ini kalimat yang cocok buat Tedy Sugiarto (25) warga Kelurahan Baamang Kecamatan Baamang Tengah Kabupaten Kota Waringin Timur Provinsi Kalimantan Tengah.

Usai keluar dari Lapas Porong dan menjalani hukuman 5 tahun dalam kasus yang berurusan dengan PPA, dia kembali berulah dan diduga bermain sabu-sabu. Hingga akhirnya aksinya dapat dihentikan oleh Tim Rajawali 19 Satresnarkoba Polres Nganjuk.

“Yang bersangkutan diamankan pada Jumat, 11 September 2020 sekitar pukul 22.30 WIB saat berada di kamar kos wilayah Desa Nglawak Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk,” ujar Iptu Rony Yunimantara Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Sabtu (12/9/2020).

Sedangkan barang bukti yang diamankan adalah, 1 plastik selotip warna putih yang berisi sabu berat kotor 0,29 gram, pipet kaca yang masih ada sisa sabu, seperangkat alat isap sabu, sebuah ponsel, dan uang tunai sebesar Rp 50 ribu.

“Menurut pengakuannya, selain dipakai sendiri, pelaku juga melayani pesanan sabu,dan barang bukti yang disita ini adalah pesanan temannya yang saat dalam proses pengembangan,” papar Rony.

Rony menjelaskan, saat digerebek semua barang bukti tersebut ditemukan tergeletak di lantai kamar kos tersebut. Selanjutnya, tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Unit Idik II Satresnarkoba Polres Nganjuk guna proses penyidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Kasat Resnarkoba Polres Nganjuk Iptu Pujo Santoso mengatakan, setelah diinterogasi, pelaku mengaku jika barang tersebut didapat dari temannya yang sama-sama mantan narapidana (napi).

“Tersangka ini pernah mendekam di Lapas Porong dalam kasus PPA. Dia mengaku sabu itu dibeli dari kawan sesama mantan napi asal Surabaya, yang nama dan alamat sudah kami kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran,” tukasnya.

Reporter : Muji Hartono
Editor : Achmad Saichu