Tunggu Kedatangan Bupati, Massa Bertahan di Pendopo

Nganjuk, koranmemo.com – Usai melakukan aksi unjuk rasa, massa dari Desa Ngepung Kecamatan Patianrowo, tetap bertahan di Pendopo Pemkab Nganjuk. Mereka tetap bersikukuh ingin bertemu dengan Bupati Nganjuk H. Novi Rahman Hidayat, untuk meminta kejelasan terkait sanksi terhadap oknum yang melakukan penyalahgunaan dana Bumdes di Ngepung, yang diduga digunakan untuk biaya pemenangan Pilkades.

Pantauan Koranmemo.com, hingga pukul 18.30 WIB, massa masih bertahan di Pendopo Pemkab Nganjuk. Beberapa menit sebelumnya, terlihat Suyadi, Koordinator Aksi baru saja keluar dari ruangan bersama pihak kepolisian. Kepada demonstran, Suyadi menyampaikan hasil koordinasi dengan pihak kepolisian.

“Saya baru saja selesai koordinasi dengan pihak kepolisian. Perlu saudaraku ketahui jika memang polisi berhak untuk membubarkan unjuk rasa yang melanggar prosedural, yaitu melewati batas waktu 18.00 WIB. Tapi pihak kepolisian tidak berhak untuk melarang jika ada warga yang hendak istirahat di Pendopo Pemkab Nganjuk, karena ini adalah rumah rakyat,” jelasnya kepada massa yang masih bertahan.

Lebih lanjut, Suyadi menyampaikan kepada anggota jika apapun yang terjadi harus tetap bertahan di kantor bupati. Ia menyebut sampai massa ditemui Bupati Novi atau minimal ada surat dari bupati yang menyatakan tidak menghindar dari para demonstran, melainkan berjanji untuk segera menyelesaikan kasus ini.

“Tadi sudah saya sampaikan kepada bapak polisi. Jangan sampai kita yang dimusuhi, kita ini kan membantu tugas mereka. Kita nurut dibawa kemana, yang penting tidak pulang ke Ngepung karena nanti tidak bisa balik. Kalau bermalam di Polres kita ikut saja, karena besok bisa kembali menggelar aksi ke sini,” tandasnya.

Lebih lanjut, Suyadi menyampaikan kepada para warga agar tetap bertahan dan semangat untuk tidak beranjak dari Pendopo Pemkab Nganjuk. Bahkan, ia menyebut saat ini teman-teman sedang menuju ke kantor bupati untuk bergabung. “Kita tunggu teman kita sebentar lagi, lima truk menuju kemari,” tukasnya.

Reporter Andik Sukaca

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date