Tukang Becak Tewas Usai Antar Nasabah

Share this :

Trenggalek, Koranmemo.com – Pengendara yang melintas di Jalan Panglima Soedirman, tepatnya arah menuju Alun-alun Kabupaten Trenggalek mendadak heboh, Senin (4/3). Mereka dikejutkan oleh kabar meninggalnya seorang tukang becak di depan  bank milik pemerintah. Diduga tukang becak itu tewas saat istirahat usai mengantarkan seorang nasabah.

Galih Cahyono, penjaga Galeri Gemilang Kabupaten Trenggalek mengatakan, saat kejadian dia berada tidak jauh dari lokasi. Dia terperangah ketika mengetahui seorang tukang becak tewas di atas becak di lokasi yang tidak jauh dari tempat dia bekerja.

“Kejadian sekitar pukul 09.00 WIB hingga  pukul 10.00 WIB. Kayaknya (menunggu penumpang,red). Setahu saya dia habis mengantarkan penumpang, mungkin nasabah,” jelasnya kepada Koranmemo.con saat dikonfirmasi.

Sejauh yang dia ketahui, tukang becak yang diketahui bernama Ahmad (54) warga RT 17/RW 05 Kelurahan Surodakan Kecamatan/Kabupaten Trenggalek tewas diduga mengalami serangan jantung. Ketika mendatangi lokasi, lanjut Galih, dia melihat abang becak itu mendapatkan pertolongan pertama oleh tim medis, namun nyawanya tidak tertolong. “Setahu saya setelah itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Dokter Soedomo,” pungkasnya.

Kasi Pelayanan Keperawatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedomo Kabupaten Trenggalek, Sudjiono membenarkan telah menerima pasien yang diduga mengalami serangan jantung. Saat tiba di rumah sakit, abang becak itu sudah dalam kondisi meninggal dunia. “Tadi sekitar pukul 09.50 WIB kami menerima pasien dalam keadaan DOA atau pasien datang sudah dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media.

Pasca dilakukan penanganan sesuai dengan prosedur, lanjut Sudjiono pasien tersebut saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk kemudian disemayamkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan fisik, tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. “Yang jelas kelihatannya  baru saja. Mayoritas karena serangan jantung, kebanyakan DOA seperti itu. Saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu