Tubuh Penuh Luka, Balita Ditemukan Tewas Dibak Mandi

Share this :

Malang, koranmemo.com – Warga Perum Tlogowaru Indah D-4 Kecamatan Kedung Kandang Kota Malang, digemparkan dengan adanya bocah bernama Agnes Arnelita (3) yang ditemukan tewas  tenggelam di bak mandi di rumahnya, Kamis (31/10) pukul 10.00 WIB.Kematian anak balita (bawah lima tahun) ini sontak membuat tanda tanya besar pihak kepolisian dikarenakan ditubuh korban ada beberapa luka lebam dan memar.

Kuat dugaan dari hasil identifikasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP) diduga kematian korban ini tidak wajar dan ada unsur dugaan penganiayaan dan kekerasan.

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna mengatakan jika saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan memintai keterangan beberapa saksi.Saat dievakuasi jenazah korban ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Saat dilakukan olah TKP ditemukan kejanggalan,namun kami belum berani memastikan ,kita masih mengembangkan kejadian ini,terutama nanti hasil visum pihak rumah sakit,jika ada tindakan kekerasan maka akan kita selidiki lebih jauh,” terangnya,Kamis (31/10).

Kejadian tewasnya korban balita ini petugas kepolisian menerima laporan dari seseorang perempuan yang mengaku bernama Finarti (36) yang beralamat Dusun Tubo RT 10/ RW 02 Desa Purwosekar, Kecamatan Tajinan, Kabupaten Malang. Finarti melaporkan bahwa keponakannya yang bernama Agnes Arnelita (3) dalam keadaan sudah meninggal dunia. Namun saat dimandikan, di jenazahnya ditemukan kejanggalan, yaitu di  tubuhnya terdapat beberapa luka lebam atau memar.

Berdasarkan laporan tersebut, petugas kepolisian mendatangi lokasi dan keberadaan jenazah tersebut. Diperoleh keterangan dari pihak ayah tiri korban yang bernama Ery Age Anwar (36) bahwa saat korban Agnes tenggelam, dirinya sedang mengasuh anaknya yang kecil (adik korban) di depan rumah.

Dari keterangan ayah tirinya korban minta mau mandi kepada ayah tirinya. Ery lalu melepas baju korban untuk persiapan mandi. Agnes lalu sendirian ke kamar mandi dan  ayah tirinya kembali mengasuh adik korban  di depan rumah. Saat mengasuh adik korban di depan rumah, ayah tirinya  hendak mengambil air di dapur. Saat di depan kamar mandi, Ery melihat korban dalam posisi tenggelam di bak air. Dia lantas melakukan pertolongan.

Melihat kondisi Agnes yang menggigil kedinginan, bocah itu dibawa ke Ruman Sakit Refa Husada di Jalan Mayjen Sungkono Kota Malang.Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata korban dinyatakan meninggal dunia. Saat itu juga ayah tiri korban menyelesaikan administrasi,  dan jenazah korban dibawa pulang.Namun, saat dimandikan di rumah neneknya di Purwosekar, Tajinan, keluarganya menemukan beberapa luka lebam dan memar di tubuh korban. Kejanggalan itu lantas dilaporkan ke polisi.

“Dari hasil olah TKP, pihak kepolisian mendapati beberapa kejanggalan dari informasi dan kebenaran di lapangan. Saat ini jenazah sedang diotopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya karena terlihat luka memar dan melepuh di bagian kaki, punggung dan kepala. Melepuh itu seperti terkena benda panas,” tutupnya.

Editor Arief Juli Prabowo