Trump Akan Mengurangi Kembali Jumlah Pengungsi?

Washington, koranmemo.com- Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan pengurangan lebih lanjut pada jumlah batas tahunan pengungsi. Sejak menjabat, Presiden Donald Trump yang berkampanye untuk membatasi imigrasi telah memangkas jumlah pengungsi yang diizinkan masuk ke Amerika Serikat.

Keputusan ini memang  dikecam oleh para pembela hak asasi manusia dan pakar keamanan nasional. Tahun lalu, pemerintah telah membatasi program menjadi 30.000 pengungsi, turun dari 45.000 orang pada 2018, angka itu sendiri adalah batas terendah sejak tahun 1980. Pada tahun terakhir masa jabatannya, mantan Presiden Barack Obama menetapkan batas 110.000 pengungsi.

Belum ada keputusan yang dibuat oleh Trump, dilansir dari reutes bahwa pejabat administrasi tinggi belum bertemu untuk membahas batas imigran tersebut lebih lanjut. Pembahasan ini biasa ditetapkan setiap tahun pada akhir September.

Tetapi pejabat administrasi tersebut mengatakan pemerintah akan mengarahkan lebih banyak sumber daya untuk mengatasi ratusan ribu keluarga dan anak-anak Amerika Tengah yang telah melintasi perbatasan A.S. selama tahun lalu.

Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS (USCIS) telah mengalihkan pekerja sosial pengungsi untuk bekerja pada kasus suaka, pemerintah juga akan mengurangi jumlah file pengungsi yang dapat ditangani. Pejabat tersebut tidak memberikan perincian tentang berapa banyak petugas kasus yang ditugaskan.

The New York Times melaporkan pada hari Jumat bahwa para pejabat tinggi akan mempertimbangkan opsi pertemuan pada hari Selasa. Pejabat itu menolak berkomentar tentang opsi apa yang akan dipertimbangkan dan kapan itu akan terjadi.

Hampir 30.000 pengungsi dari luar negeri telah menyelesaikan wawancara untuk program pemukiman kembali, kata Komite Penyelamatan Internasional, sebuah kelompok bantuan kemanusiaan.

“Program pemukiman kembali, seperti yang dilaporkan, tidak adil, tidak manusiawi, dan secara strategis cacat bagi Amerika Serikat,” kata Nazanin Ash, seorang wakil presiden dari Komite Penyelamatan Internasional.

Penerjemah: Chantika Rahmi

Follow Untuk Berita Up to Date