Truk BPBD Trenggalek Terguling, Suplai Air Bersih Tersendat

Trenggalek, Koranmemo.com – Kecelakaan tunggal menimpa truk pengangkut air bersih milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek, tepatnya di Jalan Raya Trenggalek-Ponorogo masuk Kelurahan Tamanan, Selasa (19/11). Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun suplai air bersih 6000 liter ke warga Desa Sumber Kecamatan Karangan tersendat.

Kecelakaan tunggal yang menimpa truk nopol AG 8251 YP yang dikemudikan Mohamad Kholik terguling di turunan tikungan jalan tersebut. Truk oleng dan terguling setelah ban sisi kiri bagian belakang tiba-tiba meletus atau jebluk. “Tiba-tiba kami hilang kendali setelah ban jebluk (meletus) beruntung tak ada korban jiwa,” katanya di lokasi kejadian.

Kholik, sapaan akrabnya dan rekannya Wawan hanya bisa pasrah saat truk melaju tanpa kendali. Ia mengaku saat itu memacu dengan kecepatan rendah karena truk yang dikendarainya penuh isi air yang akan dikirim ke wilayah Desa Sumber Kecamatan Karangan. “Saya sudah dua kali dalam sehari ini mengirim. Sebelumnya tadi mengirim air ke Ngentrong,” katanya.

Meskipun mobil bagian depan hancur akibat menabrak pembatas jalan, namun dia merasa bersyukur selamat dari peristiwa nahas tersebut. Ia dan temannya hanya mengalami luka-luka ringan. “Memang (setir) saya banting ke  kiri menghindari kendaraan lain. Beruntung kami selamat meskipun di dalam mobil sempat berbenturan dengan teman saya,” jelasnya.

Kepala BPBD Trenggalek, Djoko Rusianto mengatakan, sudah mengganti kiriman air yang tumpah sehingga distribusi air tetap berjalan sesuai permintaan. Saat ini lebih dari 50 desa di laporkan mengalami kekeringan. “Sedang memasuki puncak-puncaknya sehingga permintaan pengiriman tinggi. Seperti ini sudah menjadi risiko kami,” jelasnya di lokasi kejadian.

Ia tak menampik tingginya rutinitas pengiriman air membuat pihaknya harus menyediakan beberapa sopir pengganti. Kendaraan yang kecelakaan itu menurutnya baru saja oper job pengemudi. “Karena sehari bisa sampai 6 kali lebih pengiriman dengan jangkauan jarak tertentu. Mobil pulang hanya ganti sopir saja, ini pengiriman yang ke enam,” imbuhnya.

Pihaknya mengaku sering melakukan servis berkala dan pemeriksaan kendaraan. Pemeriksaan rutin itu dilakukan mengingat tingginya operasional kendaraan untuk menyuplai air bersih selain dari armada milik PDAM Trenggalek. “Tentunya jika truk ini sampai berhenti operasional menjadi kendala bagi kami dalam melakukan pengiriman,” pungkasnya.

Pantauan di lapangan arus lalu lintas sempat tersendat beberapa saat karena badan kendaraan sebagian berada di bahu jalan. Beberapa saat setelah kejadian, tampak beberapa petugas kepolisian datang untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Untuk mengevakuasi bangkai mobil yang terguling itu memerlukan mobil derek. Kasus ini tengah ditangani Unit Laka Satlantas Trenggalek.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date