Trouble, 60 Siswa Terpaksa Ikuti Sesi 3

Share this :

Pelaksanaan Ujian Nasional Computer Based Test (UN-CBT) di hari pertama langsung menghadapi kendala. Sebanyak 60 siswa di 3 ruangan di SMK Negeri 2 Kediri terpaksa menunda ujiannya ke sesi 3. Hal itu disebabkan lantaran saat mereka hendak mengerjakan soal unas, jenis pilihan mata ujian tidak bisa ditampilkan di layar monitor. Baca Juga : Sistem Bermasalah, Siswa Khawatir Terus Terjadi Gangguan, 12 Siswa Dinyatakan DO,4 Sakit, 1 Tanpa Keterangan

Salah satu siswi yang terpaksa menunda ujiannya adalah Septhia. Seharusnya, ia bisa langsung mengerjakan soal unas sekitar pukul 08.30 WIB. Namun, ia terpaksa harus menunggu selama kurang lebih 6 jam lagi untuk kembali mengikuti unas pada sesi ketiga. Septhia mengaku, saat memulai program, tidak terjadi permasalahan. Bahkan, Septhia mengaku sempat bisa melakukan login menggunakan akun miliknya. Namun, saat hendak memilih mata ujian hari itu, ia tidak menemukan tombolnya. “Tadi sudah bisa login. Tapi mata ujiannya tidak ada,” ujarnya.

Mengetahui permasalahan tersebut, para teknisi langsung melakukan pembenahan. Namun, usaha mereka gagal lantaran kesalahan data berasal dari pusat. Pihak sekolah akhirnya melakukan koordinasi dengan pihak pusat dan menjadikan siswa yang tidak bisa mengerjakan soal tersebut untuk mengerjakannya pada sesi berikutnya.

Kepala SMKN 2 Kediri, Mashari Krisna Edy mengatakan, permasalahan memang terjadi dari pusat. Tidak hanya di SMKN 2, menurutnya, permasalahan tersebut terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. “Tadi kita sudah koordinasi dengan pusat bahwa masalahnya ada pada pusat. Jadi harus ikut sesi ketiga,” ujarnya.

Satu demi satu masalah sudah menghiasi awal pelaksanaan UN-CBT. Meski terbilang baru seharusnya persoalan teknis semacam itu tidak perlu terjadi lantaran akan membuat mental siswa menjadi terganggu.

Septhia sendiri mengaku sempat drop saat mengetahui ia tidak bisa mengerjakan unas. Ia akhirnya lebih memilih keluar dari ruangan dan menuju ke kantin untuk menghilangkan rasa kecewanya. “Saya lebih baik ke kantin, biar tidak stress,” imbuhnya.(kur)