Trenggalek Dilanda Kekeringan, Polisi Bantu Suplai Air Bersih 

Trenggalek, koranmemo.com – Kepolisian Resort Trenggalek membantu menyuplai air bersih ke daerah terdampak kekeringan. Bantuan suplai air bersih ini untuk mencegah dampak krisis air bersih yang dialami warga tiap musim kemarau. Saat ini kekeringan terus meluas hingga mencapai 22 desa di tujuh kecamatan. Jumlah itu bakal terus bertambah seiring puncak musim kemarau.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S menyebut telah memerintahkan kapolsek jajaran untuk membantu suplai air bersih di wilayah terdampak kekeringan. “Seluruh kapolsek yang wilayahnya mengalami kekeringan untuk memberikan bantuan,” ujarnya saat membantu warga menyuplai air bersih di Desa Pandean Kecamatan Dongko, Kamis (5/9).Selain berpatroli rutin untuk menciptakan situasi kondusif, lanjut Kapolres Trenggalek, sekaligus dapat menyalurkan bantuan suplai air bersih. Patroli dialogis ini diharapkan dapat dilakukan seluruh polsek jajaran di 14 kecamatan. Berkaca pada tahun lalu kekeringan terjadi merata, kecuali Kecamatan Gandusari. “Yang sudah berjalan (suplai air bersih) Polsek Dongko dan Tugu,” kata dia.

Dia menyebut bantuan air bersih saat ini sangat diperlukan warga. Warga bisa sedikit lega mendapatkan gelontoran air dari petugas kepolisian selain dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Trenggalek. “Kita lihat bersama bagaimana antusias warga. Air (suplai) ini nantinya mereka (warga) gunakan untuk kebutuhan pokok,” pungkasnya.

Bantuan suplai air bersih yang dilakukan Polsek Dongko ini telah dilakukan bukan hanya dalam hitungan bulan. Bantuan ini diberikan rutin tiap musim kemarau. Di Kecamatan Dongko terdapat tiga desa yang rutin mendapat suplai air bersih yakni Desa Pandean, Desa Petung dan Desa Cakul. “Jadi distribusi secara bergiliran,” kata Kapolsek Dongko, AKP Tri Basuki.

Dia menyebut memodifikasi mobil patroli untuk mengangkut 1800 liter air bersih menggunakan sebuah wadah raksasa yang belakangan dikenal masyarakat sebagai Patroli Gentong. Sementara untuk airnya mereka sudah bekerja sama dengan PDAM Trenggalek. “Kalau untuk operasionalnya (suplai air bersih) kita hanya mengharap akhirat,” imbuhnya.

Polsek Dongko mampu mengirim rata-rata dua hingga empat gentong tiap harinya, menyesuaikan kebutuhan. Bantuan ini menjadi harapan warga mengingat sumber air banyak yang sudah mengering. Terhitung sebanyak 64 kali melakukan pengiriman. “Jadi kalau pas musim hujan, mobil patroli dikembalikan seperti biasanya. Kadang patroli juga pakai ini,” katanya.

Warga sudah hafal betul dengan adanya patroli gentong. Ini terlihat saat petugas memberikan sinyal sirene saat memasuki wilayah terdampak kekeringan. Hanya hitungan menit warga langsung berkumpul dengan membawa jeriken. Termasuk pembagian air agar distribusi merata. “Sudah hafal. Pokoknya ada bunyi tuit-tuit (sirene) saya langsung lari membawa jeriken,” kata Sadilah warga sekitar.

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date