Trenggalek Adopsi Tata Kelola Perkotaan Singapura

Trenggalek, Koranmemo.com – Kabupaten Trenggalek menjalin kerja sama ‘Urban Governance Program’ bersama Center For Leveable Cities Temasek Foundation International (CLC-TFI) Singapura. Kerja sama itu diantaranya adalah mengentaskan program kota tanpa kumuh (Kotaku) yang saat ini tengah berproses. Selain itu Trenggalek ingin belajar tentang tata kelola sistem perkotaan di Singapura.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, kerja sama ini sebagai tindak lanjut delegasi Pemkab Trenggalek yang sebelumnya berkunjung ke Singapura. “Kami punya action plan setelah setahun mereka ingin lihat,” kata Mas Ipin saat mendampingi Tim CLC-TFI Singapura meninjau lokasi Kotaku di Kelurahan Tamanan,  Senin (18/11).

Trenggalek memiliki beberapa wilayah yang masuk program Kotaku di perkotaan dan pesisir selatan. Wajah daerah yang masuk program nasional itu cenderung membaik. Diantaranya perbaikan drainase, kawasan hijau hingga akses jalan layak. “Masyarakat mengerjakan tidak dengan kontraktor. Mengerjakannya sendiri mulai  hulu hingga hilir, 80 persen sudah berproses,” imbuhnya.

Mas Ipin menyebut, kedatangan tim dari TFI ini adalah fokus penanganan pengentasan kawasan tanpa kumuh. Kendati demikian, ia tak menampik kunjungan delegasi Singapura itu sekaligus penjajakan kerja sama tentang penanganan isu soal manajemen limbah dan strategi penataan jangka panjang untuk kota yang berkelanjutan. “Ini jalan yang baik,” pungkasnya.

Senior Direktor TFI, Joanne Ng mengatakan, Trenggalek mengalami banyak perubahan ketimbang tahun sebelumnya. Menurutnya banyak perubahan sebagai penerapan pengentasan kawasan kumuh. Diantaranya adanya drainase yang baik, kawasan hijau, jalan yang baik sehingga membuat masyarakat senang. “Masyarakat senang menunjukkan indikator infrastruktur yang baik,” kata dia.

Untuk diketahui, Tim TFI bakal berada di Trenggalek hingga beberapa hari. Dijadwalkan mereka akan menggelar sosialisasi mengenai tata cara pengelolaan tatanan kota yang baik dan pengentasan masalah krusial seperti yang di terapkan di Singapura. Kegiatan ini sebagai tindaklanjut pelatihan yang di ikuti Mas Ipin selama 5 hari beberapa waktu lalu. (adv/Humas Pemkab)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date