Transaksi Pil Dobel L, 2 Pemuda Diamankan Polisi

Share this :

Kediri, koranmemo.com – Satreskoba Polres Kediri menangkap pelaku yang diduga sebagai pengedar pil dobel L, Mamat Mahendra (30) asal Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri yang menjual barang haram tersebut kepada Aan Darsan Maryuda (25) asal Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri.

Kasubbag Humas Polres Kediri, AKP Purnomo menjelaskan, personel sebelumnya mendapat laporan mengenai peredaran maupun transaksi obat keras di sekitar Dusun Kweden Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem. “Mendapatkan laporan tersebut, anggota polisi segera melakukan penyelidikan,” jelasnya, Selasa (14/1).

Polisi yang melakukan penyelidikan, akhirnya melakukan pemeriksaan terhadap laki-laki yang saat itu berada di salah satu rumah di Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri. Dari hasil pemeriksaan dan penggeledahan, akhirnya ditemukan ribuan butir yang diduga pil dobel L.

Laki-laki tersebut tidak lain adalah Mamat (pelaku) yang diduga sebagai pengedar pil dobel L di Dusun Kweden. Pelaku dan barang bukti tersebut segera dibawa ke Mapolres Kediri untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Karena, barang yang termasuk obat keras tersebut sudah dijual ke salah satu pelanggannya.

Di Mapolres Kediri, barang bukti yang diamankan yaitu 1.913 butir pil dobel L dan satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk bertransaksi. “Dari sini, kami melakukan upaya lidik dalam kasus peredaran obat keras. Ternyata, pelaku menjual kepada seseorang,” imbuhnya.

Personel Satreskoba kembali melakukan penyelidikan dan menangkap Aan di rumahnya yang berada di Desa Karangrejo Kecamatan Ngasem. Hasil pemeriksaan dan penggeledahan di rumahnya, polisi mendapatkan barang bukti berupa ratusan pil dobel L.

“Setelah menjalani pemeriksaan, dia (Aan) menyimpan 300 butir pil dobel L. Selain itu, anggota juga menyita satu unit telepon genggam miliknya, diduga keduannya melakukan transaksi melalui telepon genggam ini,” ujarnya.

“Akibat perbuatannya, kedua pelaku ini kami jerat dengan Pasal 197 sub Pasal 196 Undang-Undang (UU) Relublik Indonesia (RI) Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan,” pungkasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Della Cahaya