TP4D Tetap Pelototi Proyek Puskesmas Wungu

Madiun, koranmemo.comTim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kabupaten Madiun tegaskan tetap melakukan pengawasan pelaksanaan proyek pembangunan Puskesmas Wungu.  “Ya karena masih proses diselesaikan dan tugas TP4D masih sebatas mengawasi,’’ kata Ketua TP4D Kabupaten Madiun Frengky Silaban kemarin (9/1).

Proyek Dinas Kesehatan senilai Rp 1,4 miliar itu dikerjakan CV Sekawan Elok (SE). Dan telah dijatuhi sanksi denda atas keterlambatan pekerjaan hingga akhir tahun 2018.

Untuk mengambil tindakan hukum lebih jauh, lembaga yang menginduk di kejaksaan negeri (Kejari) itu memilih menunggu rekanan menuntaskan pekerjaan yang sudah memasuki tahap finishing.

 Jika nanti ada indikasi kualitas pekerjaan kurang baik dimungkinkan akan ditindaklanjuti. ‘’Masalah nanti ada temuan spek, ya bisa ditindaklanjuti,’’ ucap pria yang juga kasi intelijen Kejari Kabupaten Madiun itu.

Menurutnya,  wanprestasi adalah hal biasa dalam proyek pembangunan. Termasuk CV SE yang harus didenda dua kali akibat gagal menuntaskan pekerjaan sampai batas 12 Desember 2018. Keterlambatan itu bukan dilatarbelakangi suatu hal yang melanggar hukum. Melainkan lebih faktor internal rekanan di awal pekerjaan.

Karena itu, jelasnya, TP4D mendorong CV SE untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Demi menghindari denda bertambah setiap harinya. Koordinasi dengan Dinkes, pekerjaan ditarget rampung pekan ini. ‘’Mungkin dalam beberapa hari ini sudah serah terima,’’ terangnya.

Pejabat pembuat komitmen (PPK) proyek Puskesmas Wungu Ary Andarwati mengatakan belum mengantongi update progres pembangunan. Rekap penghitungannya dilakukan seminggu sekali. Kali terakhir, realisasi pekerjaannya 93 persen per 28 Desember 2018. “Target pekan ini harus selesai,” katanya.

Reporter Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date