Tower Bersegel Dibobol Pekerja, Warga Ancam Demo

Jombang, koranmemo.com – Puluhan warga Dusun Karobelah Satu Desa Karobelah Kecamatan Mojoagung, menyikapi serius adanya pembobolan area tower bersegel diduga oleh sejumlah pekerja, Rabu (6/11). Warga mengancam bakal melakukan aksi demo di kantor Pemkab dan Pendopo Jombang.

Ini diutarakan warga saat mendatangi kantor Desa Karobelah dan Kecamatan Mojoagung, Kamis (7/11). “Kita sudah melayangkan surat pemberitahuan aksi ke Mapolres Jombang, untuk besok akan aksi di Dewan dan Pemkab. Setelah tadi di balai desa hanya ditemui Babinkamtibmas dan tidak ada titik temu,” ungkap GZ yang mewanti-wanti namanya untuk tidak dipublikasikan saat dihubungi Koranmemo.com, Kamis (7/11) siang.

Warga merasa geram dengan ulah pelaksana tower operator seluler ini sejak awal berdirinya di desa tersebut. GZ sebagai perwakilan warga setempat, juga akan melayangkan 2 tuntutan. Pertama, tower seluler segera dipindahkan dari pemukiman warga dan kedua, masyarakat ingin Pemkab mengambil tindakan tegas atas dibongkarnya kawat samping yang sudah tersegel.

“Kami minta pemkab tegas atas kejadian ini dan warga ingin tower ini dibongkar dipindahkan ke tempat yang jauh dari pemukiman warga,” tegasnya.

Sementara, Kapolsek Mojoagung, Kompol Paidi, mempersilahkan kalau warga bakal aksi ke Jombang. Ia juga mengatakan, ketika warga mendatangi balai desa sudah dilakukan mediasi, tentu untuk urusan yang punya kewenangan pihak desa dan kecamatan.

“Mesti saya tadi tidak di lokasi, tapi tadi puluhan warga sudah dilakukan mediasi oleh anggota dari Babinkamtibmas, kita untuk hal ini hanya memantau, sifatnya hanya mengamankan saja. Dan jangan sampai terjadi tindak pidana kriminal,” kata Kompol Paidi.

Terpisah, menurut Camat Mojoagung Aminatur Rokhiyah, dari Kecamatan atas hal itu pihaknya merasa kecolongan. Sebab 2 hari kemarin itu sedang digelar Pilkades serentak, jadi kurang memantau perkembangan tower. Tapi setelah sudah mengetahui kejadian itu, saat dilapori oleh perangkat Desa dan kemudian dari kecamatan langsung melaporkan ke Satpol PP untuk segera ditindak.

“Kemarin itu kita fokus keliling untuk Pilkades pada tanggal 4 kemarin. Jadi istilahnya pas tidak dipantau ternyata kecolongan,” tutur Camat.

Namun saat disingung pertanyaan mengenai, tetap melakukan aktivitas itu dan membongkar kawat tersebut dari para pekerja sudah diperbolehkan oleh Camat Mojoagung. Aminatur menampik tegas, bahwa sebelumnya, dari pihak pengembang sudah menyampaikan, dan mengatakan siap segera secepatnya untuk perizinannya, akan tetapi tidak masuk akal menurutnya, sebab pihaknya tidak pernah berkata tersebut.

“Tiba-tiba dikasih tahu itu, hal itu tidak masuk akal sekali. Setelah kita hubungi pihak pengembang tower, sudah saya tegaskan, yang jelas dari camat tidak ada pernah memerintahkan seperti itu,” tutupnya.

Reporter : Taufiqur Rachman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date