Tommy Soeharto Silaturahmi Dengan Kiai Ponpes Bahrul Ulum

Share this :

Jombang, koranmemo.com – Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Mandala Putra atau yang lebih akrab dipanggil Tommy Soeharto melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Bahrul Ulum Desa Tambakberas Kecamatan Jombang Kota, Sabtu (4/11). Kehadiran Tommy disambut ratusan santri dan Majelis Pengasuh yang tak lain Sekretaris Dewan Pembina Partai Berkarya KH Hasib Wahab Hasbulloh.

“Kedatangan kami di sini dalam rangka silaturahmi dengan para santri dan kiai. Kami berharap Jombang ini bisa menjadi penopang ekonomi, potensi yang baik harus ditingkatkan. Semoga para santri di pondok pesantren ini bisa menjadi suri tauladan dan pengusaha yang berhasil baik usaha pertanian, peternakan, dan bidang usaha lainnya,” kata Tommy mengawali sambutannya.

Masih menurut Tommy, dirinya juga prihatin dengan tingkat kesejahteraan rakyat yang masih belum bisa dicapai dan dirasakan oleh masyarakat Indonesia. Seharusnya kebijakan pemerintah hari ini berpihak terhadap rakyat bukan membebani rakyat dengan peningkatan hutang untuk infrastruktur yang justru tidak bisa dinikmati seluruh rakyat.

Saat ini hutang negara begitu besar hampir 4000 triliun, namun seolah-olah kebijakan pemerintah ini sudah berhasil. Dengan pembangunan infrastruktur jalan Tol yang menghabiskan anggaran triliunan ini hanya sebagian kecil yang menikmatinya, meski tak dipungkiri keberadaan jalan tol ini sangat dibutuhkan.

“Kalau hutang itu diberikan untuk simpan pinjam atau menghidupkan ekonomi rakyat, saya yakin akan ada jutaan masyarakat yang dientaskan dari garis kemiskinan. Kalau hanya pembangunan jalan tol justru hanya dinikmati segelintir orang atau yang punya roda empat,” ujarnya.

Selain masalah ekonomi bangsa, Tommy juga menyinggung soal krisis ideologi yang akhir-akhir ini melanda bangsa Indonesia. Ia sepakat dengan ideologi Pancasila, namun sayangnya dalam perjalanannya dirongrong oleh ideologi non Pancasila. Salah satu contohnya indikasi bangkitnya paham komunisme.

“Kita melihat pada mata uang kita yang baru yang didalamnya ada logo mirip palu arit. Seharusnya ini dihindari,” tegasnya.

Masih menurutnya, saat ini seharusnya konsentrasi pemikiran tentang bagaimana meningkatkan ekonomi umat. Namun yang ada justru dirongrong dengan paham non Pancasila. Kita berharap Indonesia kedepan lebih baik dan bisa menyejahterakan umat dengan doa para ulama dan habib,” pungkasnya.

Sementara, dalam kunjungannya ke kota santri, turut terlihat dalam rombongan Tommy Soeharto yakni mantan Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI (Purn) Tedjo Edhy Purdijatno dan mantan Kapolda Jatim Irjen Polisi (Purn) Anton Setiadji.

Reporter: Agung Pamungkas

Editor: Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.