Tolak UU MD3, Mahasiswa Demo di Gedung DPRD Sidoarjo

Share this :

Sidoarjo, koranmemo.com- Ratusan mahasiswa Sidoarjo yang tergabung dalam Aliansi Somasi (Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo) melakukan aksi unjuk rasa menuntut penolakan UU MD3 di kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis, (15/3/2018)

Dalam aksinya, sebelum ditemui beberapa wakil masyarakat, ratusan mahasiswa tersebut melakukan orasi di dalam ruang rapat Paripurna gedung DPRD Sidoarjo.

Sekitar beberapa menit meluapkan aspirasinya, empat anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo menemui ratusan mahasiswa tersebut.

Dalam diskusi antara mahasiswa dan wakil rakyat yang diwakili oleh Isa Hasanudin (Komisi A) dari fraksi PKB, Kusman (Komisi A) dari fraksi partai PKS, Silvester (Komisi A) dari Fraksi Golkar Bintang Persatuan (FGBP) dan Hamzah Purwandoyo (Komisi B) dari fraksi PKB inipun akhirnya duduk bersama di lantai untuk membicarakan beberapa isi kritisi dan aspirasi mahasiswa ini.

Namun dalam pertemuan itu, belum adanya titik temu. Pihak anggota dewan mengajak kembali berdiskusi dengan mahasiswa ini terkait penolakan Undang-undang MD3. “Silahkan hari selasa nanti beberapa perwakilan 8 atau 10 orang berdiskusi dengan kami,” katanya.

Korlap Aksi Muh Zakaria Dimas Pratama mengatakan, kedatangannya dengan ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Sidoarjo (Somasi) ini mendatangi kantor DPRD Sidoarjo untuk menuntut 3 pasal pada UU MD3, yakni pasal 245, pasal 73 dan pasal 122 ayat K.

“Itu nanti menjadikan negara Indonesia menjadi mati negara demokrasinya. Maka kami menuntut bersama-sama menyatakan sikap dengan anggota dewan menolak undang-undang tersebut,” katanya di sela-sela aksi.

Aksi mahasiswa kali ini mendapatkan hasil berupa pertemuan dengan pihak dewan yang akan dilaksanakan Selasa (20/3) besok.

Dalam pertemuan tersebut nantinya mahasiswa berharap dan mewajibkan ketua dewan untuk datang dan menandatangani pernyataan sikap. “Agar nanti dapat dijadikan bukti untuk mengajukan pengaduan ke Mahkama Konstitusi,” pungkas Muh Zakaria.

Sementara itu, Kusman anggota Komisi A, mengkritisi aksi yang dilakukan ratusan massa mahasiswa dengan cara melakukan aksi yang tiba-tiba masuk ke dalam ruang rapat paripurna DPRD Kabupaten Sidoarjo. “Jangan seperti anak saya yang minta sekarang ya sekarang. Padahal kami juga perlu waktu, proses,” terangnya

Politisi dari fraksi partai PKS ini menambahkan, penyampaian aspirasi melalui aksi demo dengan cara memasuki ruang rapat paripurna dengan membawa banyak massa, menurutnya tidak akan menyelasaikan masalah. “Kalau lewat orasi ini, tidak akan menyelesaikan masalah,” tutup Kusman.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu