Tolak PHK Sepihak dan Keterbatasan Berserikat

Jombang, Memo – Serikat buruh gabungan yang menamakan diri Gerakan Buruh Mojopahit Bersatu (GBMB), menggelar aksi demo di depan kantor Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang, Selasa (31/5) pagi. Aksi itu dilakukan untuk menolak pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak yang dilakukan PT Sejahtera Usaha Bersama (SUB). “Kami menuntut Stop PHK sepihak di PT SUB. Sebab Serikat Buruh Playwood Jombang (SBPJ) tak pernah diajak berkomunikasi terkait persoalan-persoalan yang berujung di-PHKnya sejumlah pekerja. Kami juga meminta dikembalikannya para pekerja yang diputus sepihak oleh PT SUB sejak Maret 2016,” tegas Heri Subagio, koordinator aksi.

Aksi serikat buruh menyuarakan penolakan PHK serta menutut kebebasan berserikat (agung/memo)
Aksi serikat buruh menyuarakan penolakan PHK serta menutut kebebasan berserikat (agung/memo)

Selain persoalan PHK sepihak, lanjut Heri, ada persoalan lain yang menjadi tuntutan mereka. Yakni kebebasan dan jaminan untuk pekerja berserikat sesuai dengan Undang-undang no 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja. “Namun nyatanya kedaulatan telah dimonopoli dan dibatasi oleh pemilik modal bersama oleh pemerintah secara sistematis. Ini menyebabkan hak buruh sangat dibatasi,” tambah Heri.

Heri melanjutkan, untuk itu pihak – pihak yang terikat dalam Undang-undang no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan dan Undang-undang no 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja, harus patuh terhadap undang-undang tersebut. Hak berunding merupakan jaminan yang sudah di atur dalam UU no 13 tahun 2003 dan UU no 21 tahun 2000, serta konvensi ILO no 98.

“Kami melihat telah terjadi ketidakpatuhan terhadap UU no 13 tahun 2003 dan UU no 21 tahun 2000 di PT SUB, dimana serikat buruh tidak diberi kesempatan untuk berunding dalam mengedepankan mufakat yang demokrasi. Untuk itu tindak tegas bagi perusahaan di Jombang yang tidak patuh terhadap UU ketenaga kerjaan. Stop intimidasi terhadap para pekerja PT SUB Jombang,” pungkas Heri. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date