TNI Siap Hadapi Tantangan

Share this :

Kediri, Koran Memo – Di ulang tahunnya yang ke-70 ini, Tentara Nasional Indonesia (TNI) terus meningkatkan kekuatannya. Salah satu contohnya yakni dengan modernisasi serta peningkatan hubungan dengan masyarakat yang merupakan roh dari TNI itu sendiri.

Komandan Kodim 0809, Letkol (Inf) Purnomosidi / Komandan Brigif 16/WY, Letkol (Inf) Bambang Sujarwo
Komandan Kodim 0809, Letkol (Inf) Purnomosidi / Komandan Brigif 16/WY, Letkol (Inf) Bambang Sujarwo

Komandan Brigif 16/WY, Letkol (Inf) Bambang Sujarwo mengatakan beberapa isu yang sempat hangat beberapa waktu lalu, diantaranya indikasi bangkitnya kembali PKI menjadi catatan khusus bagi TNI. Oleh karenanya, TNI mengaku terus melakukan kewaspadaan baik dari dalam maupun dari luar. Jangan sampai di dalam tubuh TNI sendiri akan disisipi paham-paham PKI, sekaligus terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak terpengaruh paham dan komunis. “Kita terus mewaspadai. Baik di dalam TNI sendiri maupun di luar,” ujarnya, Minggu (4/10).

Sesuai dengan tema nasional dalam HUT TNI, yakni bersama rakyat TNI hebat, profesional, siap mengawal kepentingan nasional menuju Indonesia emas, Letkol (Inf) Bambang Sujarwo mengatakan bahwa roh dari TNI adalah rakyat. TNI lahirnya dari rakyat dan akan bersama-sama menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Rohnya TNI adalah rakyat. Lahirnya TNI juga dari rakyat,” imbuhya.

Selain isu bangkitnya PKI, Letkol (Inf) Bambang Sujarwo juga menanggapi beberapa persoalan terkait bentrokan TNI dengan aparat penegak hukum lainnya beberapa saat lalu. Letkol (Inf) Bambang Sujarwo mengatakan bahwa masing-masing anggota TNI dan aparat penegak hukum lainnya harus saling menjaga kebersamaan. Diharapkan agar tidak mudah untuk diadu domba oleh pihak-pihak lain yang sengaja membuat perpecahan. “Masing-masing harus menjaga kebersamaan. Jangan sampai mau diadu domba pihak-pihak tertentu,” ujarnya.

Diakui memang, masing-masing anggota TNI memiliki pribadi yang berbeda-beda. Akan tetapi, diharapkan dari tiap-tiap anggota bisa saling menjaga gesekan yang mungkin bisa timbul dari keegoisan secara perseorangan. “Meskipun aparat, mereka juga manusia. Pasti punya kepribadian masing-masing. Tetapi karena berseragam, padahal itu individunya,” ujarnya.(kur)