TKI Ngunut Diduga Dibunuh

Share this :

Tulungagung,koranmemo.com – Haryanto, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Malaysia yang berasal dari Lingkungan 2 Desa/Kecamatan Ngunut, meninggal dunia di Malaysia. Hingga Jumat (6/1) jenazah korban masih menjalani post mortem di Rumah Sakit Sultanah Aminah Johor Bahru. Kemungkinan baru Sabtu (7/1)  tiba di Bandara Juanda Sidoarjo. Meninggalnya pria berusia 26 tahun itu, diduga karena dibunuh. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinakertrans) Tulungagung, Yumar.

Yumar mengatakan ada satu TKI asal Desa/Kecamatan Ngunut yang meninggal di Malaysia. Pihaknya sudah mendapat pemberitahuan resmi dari Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) terkait kematian Haryanto yang diduga dibunuh. “Ya benar, hari ini (kemarin) kami sudah mendapat pemberitahuan resmi mengenai hal dugaan pembunuhan,” jelasnya.

Menurut dia, isi pemberitahuan tersebut juga mencantumkan waktu meninggalnya Haryanto yakni 3 Januari lalu. Walaupun dalam pemberitahuan juga tidak tertulis penyebab kematian, namun dugaan kematian tidak wajar berupa indikasi pembunuhan. Hanya, pihaknya juga belum mengetahui luka apa saja yang diderita korban sebelum dikabarkan meninggal. “Kami hanya sebatas ikut membantu proses pemulangan jenazah ke Tulungagung,” tambahnya.

Yumar menuturkan, saat ini jenazah masih di Rumah Sakit (RS) Sultanah Aminah Johor Bahru untuk menjalani post mortem sesuai petunjuk dari Polis Diraja Malaysia (PDRM). Setelah itu baru bisa diberangkatkan ke tanah air. “Kami pun masih berkoordinasi dengan KJRI,” tuturnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Penempatan Tenaga Kerja, Sunarto. Menurut dia, status keberangkatan Haryanto belum bisa dipastikan apakah resmi atau ilegal. Mengingat dari database yang dimiliki dinas, nama Hariyanto tidak tercantum. Belum lagi hal ini sering terjadi ketika berangkat tidak resmi namun di negara tujuan sudah dianggap legal. “Hal ini sering terjadi. Namun karena di database tidak ada maka bisa dianggap ilegal,” terangnya.

Untuk proses pemulangan sendiri, Sunarto mengatakan, saat ini selesai menjalani proses post mortem. Sehingga secepatnya bisa diterbangkan ke Indonesia dan diperkirakan tiba besok siang (hari ini) di Bandara Juanda sekitar pukul 14.00 WIB. “Sabtu malam diperkirakan sudah tiba di rumah duka,” imbuhnya. (den/Jb)