Tipu Rp 1 M Lebih ,Tanah dan Bangunan Warga Papungan Dieksekusi

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Lantaran melakukan penipuan berkedok jual beli tokek dan samurai, tanah dan bangunan milik Ali Makmur (60) warga Desa Papungan RT 03 RW 05 Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar,Rabu (12/08) pukul 13.00 WIB dieksekusi oleh tim kuasa hukum H Iskandar dan di dalam pengawasan pihak kepolisian serta WARF LAW FIRM OFFICE . Tanah seluas 420 m2 ber letter C yang atas nama Murtini selaku istri Ali Makmur dan tanah bersertifikat dengan nomor sertifikat tanah 1471,daftar isian no 307,no 12309 SRS/2007,nomor sertifikat 12-29-42-11-1-1474 seluas 740m2 atas nama Sumardi yang merupakan mertua dari Ali Makmur ini disita setelah dirinya tidak bisa lagi mengembalikan uang penipuannya terhadap korban H Iskandar (67) warga Jl Tebu No 08 RT 02 RW 014 Kelurahan Sungai Jawidalam Kecamatan Pontianak Barat Kota Pontianak. Kerugian yang dialami korban mencapai Rp 1 M lebih.

Dalam sita jaminan tersebut pihak keluarga Ali Makmur hanya bisa pasrah melihat kuasa hukum memasang benner eksekusi sita jaminan yang sudah dipasang di dua obyek milik Ali Makmur.

Dari keterangan yang disampaikan kuasa hukum H Iskandar yaitu Achmad Soni Basuni S,AP SH, Wahyu Iwan Sulistyo S SH MHum dan Reno Asnafi SH mengatakan, eksekusi sita jaminan tanah dan bangunan ini setelah Ali Makmur memiliki hutang kepada klien kami sebesar Rp 1 Miliar lebih terkait masalah penipuan bisnis tokek dan samurai.

“Karena tidak bisa lagi membayar hutangnya, pihak H Iskandar melalui kuasa hukumnya menyita jaminan tersebut sebagai pembayaran hutangnya,” jelasnya.

Selain itu eksekusi tanah dan bangunan ini dilakukan dengan menandai dan memasang benner pengumuman di pintu rumah masuk rumah Ali Makmur, bahwa tanah dan bangunan telah dieksekusi sita jaminan dan sudah menjadi hak dari pihak H Iskandar.

Disampaikan, jika apa yang dilakukan ini sudah sesuai dengan aturan dan perjanjian. “Maka kami
langsung mengeksekusi setelah pihak perangkat desa beserta keluarga tergugat menyerahkan letter C,sedangkan sertifikat tanah dan bangunan belum.
Kami disini sebagai kuasa hukum H Iskandar melihat dan menyaksikan jalannya eksekusi sita jaminan yang berjalan lancar,” jelas kuasa hukum Wahyu dkk.

Dijelaskan, awal mula eksekusi sita jaminan ini bermula saat penggugat yakni H Iskandar mengenal Ali Makmur yang diketahui sebagai orang yang memiliki hewan tokek dengan ukuran 46 cm, karena tertarik akhirnya Ali Makmur menawarkan tokeknya kepada H Iskandar dengan harga Rp 475 juta. Karena percaya akhirnya H Iskandar menyuruh orang untuk melihat dan mengukur tokek tersebut.

Saat di rumah Ali Makmur, orang suruhan H Iskandar tidak diperbolehkan melihat secara langsung tokek tersebut dengan dalih pembayaran harus dimuka. Selanjutnya Setelah uang diserahkan ke Ali Makmur seniali Rp 475 juta ternyata tokek tersebut ukurannya tidak sesuai dengan yang dijanjikan.

” Karena tidak sesuai akhirnya uang tersebut tidak bisa diambil, namun Ali Makmur memberikan kepercayaan kepada H Iskandar untuk sabar karena akan datang lagi tokek sesuai dengan ukuran yang dijanjikan,” ungkapnya.

Setelah itu,sampai batas yang ditentukan ternyata Ali Makmur tidak bisa menunjukan tokek yang sesuai dengan yang dijanjikan tersebut,karena tidak bisa menunjukan tokek tersebut akhirnya Ali Makmur kembali lagi meminta uang untuk alasan pengambilan tokek dengan ukuran lebih besar dari tokek yang dijanjikan awal. ” Klien saya kembali mengirimkan uang senilai Rp 50 juta,” imbuhnya.

Kemudian janji yang diberikan Ali Makmur lagi-lagi tak ditepati hingga akhirnya ,Ali Makmur meyakinkan H Iskandar untuk usaha lain yaitu menawarkan samurai senilai Rp 250 juta dan ternyata palsu,kemudian Ali Makmur dengan cara liciknya meminta uang lagi kepada H Iskandar dengan dalih membayar mahar pengambilan tokek yang kesekian kalinya dengan senilai Rp 300 juta,tanpa berpikir panjang akhirnya H Iskandar lagi-lagi mengirimkan uang tersebut dan ditipu lagi karena tokek tidak kunjung diberikan.

” Jadi total terakhir itu kalau gak salah sekitar Rp 1 miliar lebih,karena capek dan ingin dikembalikan uangnya akhirnya Ali Makmur meminta waktu dengan membuat perjanjian,” ceritanya.
Lagi-lagi Ali Makmur tidak menepati janji,dengan membuat beberapa kali surat perjanjian.Karena geram dan sudah banyak kerugian yang dialami H Iskandar akhirnya pihak keluarga Ali Makmur menyerahkan surat letter C dan sertifikat tanah beserta bangunan yang belum dikasihkan untuk dijadikan sita jaminan piutang.
” Setelah dilakukan musyawarah bersama dan disaksikan perangkat desa beserta instansi terkait akhirnya kami melakukan eksekusi sita jaminan tanah dan bangunan yang digunakan sebagai jaminannya,” imbuhnya.

Reporter Arief Juli Prabowo
Editor Achmad Saichu