Tipu Purna TNI AL, Makelar CPNS Dibekuk 

Trenggalek, koranmemo.com – Impian menjadi pegawai negeri sipil (PNS) nampaknya harus dikubur dalam-dalam oleh keluarga Suratman (60). Mantan personel TNI AL itu harus merelakan uang ratusan juta rupiah yang dia berikan kepada Tardjono Koesumo (58) sebagai syarat kemudahan anaknya menjadi abdi negara.

Belakangan diketahui itu hanyalah akal-akalan pelaku untuk memperdaya korban. Selain purn TNI AL itu disinyalir terdapat empat korban lain yang belum melapor.

Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, dalam konferensi pers di Mapolres Trenggalek, Kamis (5/9) mengatakan, terdapat empat korban lainnya yang diduga menjadi korban bujuk rayu warga Kecamatan Kauman Kabupaten Tulungagung, selain korban warga Kecamatan Pogalan yang sudah melapor tersebut. Dalam melancarkan aksinya pelaku meyakinkan korban dapat membantu masuk sebagai PNS. “Kami imbau untuk segera melapor,” jelasnya.Pelaku terbilang cerdik dalam melancarkan aksinya yang diketahui sudah dilakukan sejak tahun 2014. Tardjono Koesumo memalsukan identitas dengan membuat tanda pengenal sebagai utusan dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Penampilan inilah yang membuat Suratman yakin jika anaknya Helsi bisa masuk PNS dengan bantuan pelaku. “Dia meyakinkan korban dapat membantu masuk jadi PNS. Pengakuannya dia (pelaku) utusan dari pusat (BKN) untuk merekrut pegawai,” kata dia.

Bujuk rayu pria yang kesehariannya bekerja di sebuah perusahaan itu menggiurkan Suratman sehingga dia rela menyetor uang ratusan juta rupiah secara bertahap. Pertama dia meminta uang sebesar Rp 50 juta dengan dalih pengambilan PIN sebagai syarat rekrutmen CPNS tahun 2016. Selang setahun kemudian dengan dalih yang sama pelaku meminta uang kepada korban sebanyak Rp 10 juta. “Transaksi berlanjut hingga korban menderita kerugian Rp 120 juta,” imbuhnya.

Namun hingga batas waktu yang ditentukan, korban tak juga mendapat kabar baik seperti yang sebelumnya dijanjikan yakni menjadi PNS di lingkup Pemkab Trenggalek. Merasa ditipu, korban melapor ke Mapolres Trenggalek. Selang beberapa saat pelaku diamankan petugas tepatnya di wilayah Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri. “Kami amankan beberapa barang bukti dari tersangka mulai lembar penerimaan CPNS, pernyataan perjanjian hingga bukti transfer,” kata dia.

Kapolres Trenggalek mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai modus kejahatan, termasuk kemungkinan adanya pengatasnamaan seorang pejabat. Untuk mempertanggung perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 378 dan atau 372 KUHP tentang penipuan dan atau penggelapan yang diancam dengan pidana maksimal empat tahun penjara. “Kami masih mengembangkan kasus tersebut, termasuk dugaan tersangka lainnya,” pungkasnya.

Dalam konferensi pers itu, Tardjono Koesumo irit bicara dan hanya menundukkan kepala saat ditanyai petugas. Dia mengaku sudah melakukan praktik tersebut sejak tahun 2014. Kepada petugas dia juga mengaku sebagian dari korbannya sudah saling mengenal dan sebagian diantaranya kenal melalui perantara. Peran perantara itu yang kini tengah didalami petugas. Bahkan dia mengklaim dari beberapa korbannya ada yang berhasil menjadi PNS berkat jasanya. “Ada,” kata dia.

Namun klaim pelaku tak sepenuhnya dipercayai petugas. Penyidik Satreskrim Polres Trenggalek masih mengembangkan kasus tersebut. Diantaranya adalah dugaan keterlibatan beberapa orang lainnya sehingga terjadi transaksi antara pelaku dan korban. “Kalau soal itu (perantara) masih kami dalami. Jadi ada (orang lain) yang mengenalkan, hanya menyambungkan saja. Kita masih dalami itu,” kata Kanit Pidana Umum Satreskrim Polres Trenggalek, Ipda Daniel Napitupulu.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date