Tips Olahraga Bugar di Tengah Pandemi Covid-19: Cukup 30 Menit, Hentikan Jika Pusing

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Meski pandemi Covid-19, bukan menjadi penghalang untuk olahraga. Nah ternyata ada beberapa hal yang harus diketahui dalam olah fisik.

Sebenarnya mengapa tetap perlu olah fisik meski di masa pandemi corona? Salah satu yang paling utama adalah agar imunitas tetap terjaga. Selain itu juga agar tubuh tetap bugar dan bisa mengontrol penyakit pemberat seperti diabetes, hipertensi hingga jantung.

“Selain itu olahraga bisa mengontrol berat badan dan mencegah kelemahan otot serta mengurangi kecemasan dan depresi akibat pandemi,” kata dr Andre Steven Tjahja Bintaraedi, Sp. KFR, dokter spesialis rehab medik RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar.

Menurutnya ada syarat jika ingin mulai olahraga dengan hasil maksimal, nadi istirahat kurang dari 100 x per menit. Nadi dapat diraba dengan jari telunjuk dan tengah pada pergelangan tangan kemudian dihitung selama 1 menit. Ada juga gula darah kurang dari 250 mg/dl, tekanan darah kurang dari 180/90mmHG dan lebih dari 80/60 mmHG. Makan minimal dua jam sebelum olahraga, cukup tidur malam sebelumya dan terakhir tetap minum obat yang harus dikonsumsi.

Ditambahkan ada pula prinsip olahraga. Frekuensi minimal 3-5 kali seminggu, jaga intensitas. Mulai intensitas rendah hingga sedang sampai 40-60 persen dari denyut nadi maksimal. Sedang 60-85 persen dari denyut nadi maksimal. Denyut nadi diukur 220-usia (untuk yang tak punya penyakit penyerta). “Durasinya 30-45 menit. 5 menit pemanasan, 20-35 menit inti dan 5 menit pendinginan. Sementara jenisnya latihan aerobik, penguatan, fleksibilitas dan keseimbangan,” tambah dokter ramah ini.

Baca Juga: Pimpin Golkar Ngawi, Sarjono Targetkan Menang Pilkada dan Pemilu

Baca Juga: Jelang Pilbup, Rumah Pribadi Bupati Kediri Dilempar Petasan

Sementara untuk latihan aerobik bisa di dalam rumah atau luar rumah. Latihan penguatan bisa dengan beban atau tanpa beban. Latihan peregangan atau fleksibilitas berguna untuk cegah otot kaku. Saat peregangan otot ditahan enam hitungan. Buang nafas ketika regangan dan tarik nafas ketika ke posisi semula. Latihan keseimbangan meningkatkan kemampuan dan kurangi risiko jatuh utamanya lansia. “Berhenti olahraga jika pusing, sesak, gemetar, denyut nadi tak beratur dan tekanan darah lebih dari 180/100 atau kurang dari 80/60,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, jika olahraga di ruang publik seperti di taman usahakan jaga jarak, gunakan masker, hindari alat olahraga bergantian, mandi atau keramas dan cuci tangan usai olahraga. Terakhir selama pandemi pakai masker ketika keluar rumah, jangan menyentuh mata, hidung, mulut, wajah. Jaga jarak, cuci tangan, minum air 1,5 atau 2 liter per hari, konsumsi vitamin C 1000mg per hari, berjemur selama 15 menit pukul 08.00-10.00. “Cukup tidur 7-8 jam sehari,” pungkasnya. RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar berada di Jalan Kalimantan 113 Kota Blitar melayani dengan ramah.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu