Timbulkan Bau Tak Sedap, Kandang Ayam Dekat Wisata Monumen PKI Ditutup

Madiun, koranmemo.com – Satpol PP Pemkab Madiun menutup paksa kandang ayam milik Hariyanto, warga Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Madiun, Jum’at (29/5). Penutupan dilakukan karena bau kandang ayam meresahkan warga sekitar.

Penutupan disaksikan oleh tiga pilar desa setempat, mantri dan dokter hewan, serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Madiun.

Kepala Bidang Penegak Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Pemkab Madiun, Danny Yudi Satriawan mengatakan kandang ayam milik Hariyanto tersebut telah memiliki izin usaha.

Penutupan dilakukan karena laporan warga yang resah atas bau tak sedap dan lalat ditimbulkan dari kandang ayam.
Terlebih kandang terletak berdampingan dengan tempat wisata nasional yang ada di Kabupaten Madiun, yaitu Monumen Keganasan PKI atau lebih dikenal dengan sebutan Monumen Kresek.

“Kita menindaklanjuti adanya laporan dari warga sekitar yang terdampak. Terkait hal tersebut juga berdekatan dengan tempat wisata, yaitu Monumen Kresek,” ujarnya.

Penutupan yang dilakukan ini bersifat sementara, jika nanti setelah ada rekomendasi izin dampak lingkungan telah dikeluarkan oleh DLH dan izin telah dikeluarkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tentunya kadang dapat beroperasi kembali.

Dengan adanya penyegelan dari pihak Satpol PP secara otomatis segala kegiatan usaha yang dikerjakan harus dihentikan. Terkait dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan, pihaknya akan tetap mengadakan pengawasan baik berkoordinasi dengan Polsek setempat maupun pemerintah desa setempat akan dimintai bantuan untuk memantau segala bentuk kegiatan yang ada.

“Ini bersifat sementara karena dari segi izin usaha sudah dimiliki namun dari segi dampak lingkungan belum ada koordinasi dengan dinas lingkungan hidup yang terkait,” tuturnya.

Sementara pemilik kandang, Hariyanto mengaku pertama kali mendirikan kandang sejak tahun 2004 dengan populasi kecil hanya 800 ekor ayam, kemudian bertambah menjadi 1200 hingga tahun 2009 menjadi 4000 sampai sekarang.

Ia pun mengaku dulunya mendirikan kandang dua orang bersama dengan seorang temannya, namun temannya tersebut sekarang sudah pindah ke lokasi lain. Kandang yang saat ini dimiliki berjumlah dua kandang yang jaraknya berdampingan, luas dua kandang total ada 60 meter persegi. Terkait dampak lingkungan yang ditimbulkan pihaknya akan berusaha menguranginya dan akan mengkoordinasikan dengan DLH.

“Saya manut aja sama yang tau aturan, tidak mau berkomentar banyak nanti salah. Kita akan tetap berusaha agar segala keluhan dari lingkungan juga berusaha untuk mengurangi dampak lingkungan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media.

Reporter Juremi
Editor Achmad Saichu