Tim Cyber Pantau Media Sosial

Tulungagung, koranmemo.com – Media sosial menjadi target utama pemantaun oleh tim cyber Polres Tulungagung dalam rangka menghadapi tahun politik 2019 mendatang. Karena masyarakat sudah banyak menggunakan media sosial untuk melakukan proganda demi mensuseskan tujuan tertentu oleh masing-masing kelompok.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres Tulungagung usai memimpin apel gelar pasukan operasi Mantab Brata Semeru 2018 pada Rabu (19/8) pagi di halaman kantor Pemkab Tulungagung.“Tim cyber kami akan memantau aktivitas di dunia maya dan media sosial,” tegas Kapolres AKBP Tofik Sukendar.

Dikatakan, dunia maya atau media sosial saat ini bukan hanya sebagai alat untuk berkomunikasi saja. Melainkan juga sebagai tempat untuk menarik simpati masa. Terkadang, konten-konten yang dimuat pun belum tentu kebenarannya. “Yang terpenting kan bisa menggiring dan mempengaruhi opini masa. Tidak peduli itu berita hoak maupun ujaran kebencian,” katanya.

Tofik melanjutkan, pemantauan ini sangat penting karena pada pemilu 2019 gerak politik cukup tinggi. Karena selain pemilihan presiden (pilpres), masyarakat juga disuguhi pemilihan legeslatif (pileg) di tingkat kabupaten, provinsi, dan pusat serta pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Hal ini belum ditambah parlementary threshold yang mencapai 4 persen. “Bisa dibayangkan, pada pemilu 2019 nanti pasti akan sangat kompetitif baik di dunia maya ataupun di masyarakat,” jelasnya.

Mengacu pada pelaksanaan pikada 2018 lanjut Tofik, upaya untuk meredam berita hoak dan ujaran kebencian di media sosial cukup efektif. Menurutnya, selama pelaksanaan pilkada silam setidaknya tim cyber telah membekukan 200 akun di media sosial facebook, twitter, dan line yang cenderung mengganggu kamtibmas. “Tim cyber kita juga diback up dari polda dan mabes,” ujarnya.

Ditambahkan, setidaknya ada 7 hal lain yang akan dilakukan pihaknya untuk mensukseskan pemilu 2019 mendatang. Yaitu memperkuat sinergitas antar instansi dan masyarakat. Menjaga netralitas. Bersikap pro aktif dengan mengedepankan deteksi dini. Mendorong KPU, Bawaslu, bacaleg, tokoh masyarakat, media, parpol, dan masyarakat untuk terlibat. Mendeklarasikan pemilu damai. Menyusun rencana pengamanan dengan detail. Menegakkan hukum secara professional dan porposional.

“Pantauan sampai saat ini di Tulungagung masih aman. Kami yakin kondisi ini tetap terjaga hingga tahun depan,” tukasnya.

 Reporter  Yoppy Sandra Wijaya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date