Tilep Uang Pengurusan Sertifikat Tanah, Kades Bandung Dibui

Nganjuk, koranmemo.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Nganjuk, melakukan penahanan terhadap Heru Subagyo, Kepala Desa Bandung Kecamatan Prambon Kabupaten Nganjuk. Kades dua periode ini harus mendekam di Rumah Tahanan (Rutan) Klas II-B Nganjuk, sejak Jumat (10/1), lantaran melakukan penipuan terhadap warga yang hendak mengurus sertifikat tanah.

Kasi Pidana Umum Kejari Nganjuk, Roy Ardiyan mengatakan, Kades Heru disangka melakukan penyalahgunaan kekuasaan, dengan melakukan penipuan dan penggelapan pengurusan sertifikat tanah terhadap warganya sendiri. Penahanan dilakukan setelah pihak Kejari Nganjuk menerima pelimpahan perkaranya dari penyidik Polres Nganjuk.Dijelaskan, perkara yang menjerat Kades Heru Subagyo bermula pada 31 Oktober 2014 silam, ketika sejumlah warganya meminta tolong kepada kades untuk mengurus sertifikat tanah. “Mereka (korban-red) antara lain saudara Marfuah, Saudara Istiqomah, dan Darsono,” ungkapnya dikonfirmasi di ruang kerjanya, Selasa (14/1).

Roy menyebut, ketiga warga itu juga telah menyetorkan uang jasa pengurusan sertifikat tanah kepada Kades Heru. Masing-masing Marfuah sebesar Rp 3 juta, Istiqomah sebesar Rp 3 juta, dan Darsono sebesar Rp 8,5 juta, sehingga total penipuan yang dilakukan kades tersebut Rp 14,5 juta.

Kekesalan warga memuncak setelah ditunggu bertahun-tahun, sertifikat tanah tak kunjung jadi. Belakangan para korban berinisiatif mengecek sendiri ke Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nganjuk, dan mendapati berkas pengurusan sertifikat tanah mereka ternyata belum pernah diajukan.

“Para korban merasa ditipu mentah-mentah oleh kadesnya sendiri. Mereka pun akhirnya melaporkan perkara ini ke pihak kepolisian,” kata Roy.

Lebih lanjut, Roy menyampaikan, Kades Heru ditetapkan tersangka dengan jeratan pasal 372 dan 378 KUHP tentang tindak pidana penipuan dan penggelapan. Ancaman hukuman maksimalnya empat tahun kurungan penjara.

“Kades sengaja ditahan, karena pihak kejaksaan khawatir dia akan melarikan diri, atau kembali mengulangi perbuatannya. Selain itu, penahanan ini agar memudahkan proses hukum, karena sebentar lagi akan masuk tahap persidangan,” pungkasnya.

Reporter Andik Sukaca
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date