Tiga Toko Berjejaring di Kauman Disegel, Ini sebabnya

Tulungagung, Koranmemo.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMPTSP) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyegel tiga toko berjejaring di sepanjang kawasan jalan Semeru, Kecamatan Kauman, Selasa (12/1).

Penyegelan tersebut dilakukan lantaran ketiga toko jaraknya sangat berdekatan dengan Pasar Rakyat Kauman, dimana hal itu melanggar aturan yang berlaku.

Kepala Bidang (Kabid) Penegakan Perda dan Perbup, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tulungagung, Artista Nindya Putra mengatakan, penyegelan yang dilakukannya merupakan tindak lanjut dari hasil hearing dengan Komisi C DPRD Tulungagung beberapa waktu lalu.

Berdasarkan keputusan tersebut, hari ini disepakati dilakukan penutupan atau penyegelan terhadap pasar modern di wilayah Tulungagung sebanyak 16 toko.

“Sebenarnya ada 16 toko berjejaring yang diharuskan tutup. Tetapi hari ini kita lakukan penyegelan terhadap 3 toko dulu. Besok kita lanjutkan untuk menyegel toko lain dari daftar 16 toko yang kami miliki,” kata Artista Nindya Putra, Selasa (12/1).

Artista menjelaskan, penutupan tersebut dilakukan lantaran melanggar Perda Nomor 1 tahun 2018 tentang penataan, pembinaan pasar rakyat, pusat perbelanjaan dan toko swalayan.

Menurut Artista, berdasarkan aturan tersebut, jarak antara toko berjejaring dengan pasar rakyat tradisional tidak boleh kurang dari 1 kilo.

Dikarenakan jarak tersebut, diharuskan toko berjejaring tersebut melakukan relokasi dan pindah ditempat yang lebih jauh jaraknya dari pasar tradisional.

“Nah 16 toko yang dilakukan penyegelan ini semuanya melanggar aturan itu. Makanya harus segera dipindah. Ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga pasar rakyat tradisional,” tutupnya.

Sementara itu, salah seorang Kepala toko Alfamart di wilayah Kauman, Ariek Djatmiko mengaku sebenarnya toko yang ditempatinya saat ini memang sudah tutup. Menurutnya, untuk proses pindah tempat nantinya hal itu tergantung dari pihak manajemen yang mengatur.

Dia selaku kepala toko hanya bertugas sebagai pengatur barang yang ada di toko dan pekerja toko. Untuk Barang-barang di tokonya akan dipindahkan dua atau tiga hari kedepan.

Menurutnya nantinya dia hanya akan meretur barang tersebut ke manajemen. Setelahnya tergantung manajemen mau menempatkan barang tersebut dimana.

“Terakhir operasi tanggal 10 sesuai instruksi manajemen, dan tanggal 11 sudah tidak boleh ada transaksi. Kalau hari ini kita cuma mendata barang-barang kami. Makanya hari ini juga tidak ada yang berseragam,” ungkap Arik.

Menurut Arik, untuk nasib para karyawan nantinya juga tergantung manajemen yang mengatur. Nantinya, kejelasan karyawan tersebut mau dipakai atau tidak, diinformasikan kepada karyawan tepat sehari usai toko tersebut dikosongkan. Nantinya akan ada validasi terlebih dahulu terhadap para karyawan.

“Nanti waktu validasi biasanya dicek dulu, kalau memang jadwalnya ada yang off. Jadi sementara karyawan yang jadwalnya off itu libur dulu,” pungkasnya.

Diwawancara terpisah, Kasi Monitoring dan Evaluasi Perizinan DPMPTSP Windoko memaparkan, secara rinci, dari 16 toko berjejaring yang dilakukan penutupan. Terdapat 10 Indomart dan 6 Alfamart yang tersebar di 19 Kecamatan.

Windoko mengatakan, untuk ke 16 toko berjejaring tersebut memang rata-rata izin usahanya sudah habis sejak akhir Desember 2020 lalu. Nantinya untuk proses relokasi ke 16 toko berjejaring tersebut mengaku siap jika harus dilakukan relokasi.

“Proses penyegelan pada 16 toko tersebut diharuskan sudah selesai pada bulan Januari ini. Untuk proses relokasi memang diharuskan untuk membuat izin baru,” jelas Windoko.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Della Cahaya