Tiga Terdakwa Korupsi TPA Winongo Divonis 5 Tahun Penjara

Share this :

Madiun, koranmemo.com – Majelis Hakim Tindak Pidana Korupsi Surabaya menjatuhkan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp. 200 juta terhadap tiga terdakwa korupsi pengoperasian BBM alat berat TPA Winongo, Kota Madiun, dalam persidangan digelar secara virtual, Kamis (16/7).

Ketiga terdakwa masing-masing Heri Martono yang kala itu menjabat Mantan Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah DLH Kota Madiun. Kemudian Suhartono selaku penanggung jawab TPA Winongo dan Putut Wasono sebagai tenaga projasih. Putusan majelis hakim sesuai tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Poin pokok dari amar putusan yaitu ketiga terdakwa dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana dirumuskan pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 UU Tipikor jo pasal 55 ayat (1) ke-1 jo pasal 64 ayat (1) KUHP,” kata JPU Kejaksaan Negeri Kota Madiun, Toni Wibisono.

Dijelaskan, dalam perkara tersebut, terdakwa Heri Martono menyalahi wewenang jabatan bersama Suhartono dan Putut Wasono. Taksiran kerugian negara dari perkara rasuah tahun 2017 hingga pertengahan Tahun 2019 di TPA Winongo itu sekitar Rp 202,6 juta. JPU menilai perbuatan melawan hukum itu menguntungkan terdakwa Suhartono dan Putut Wasono. Rinciannya Rp 131,2 juta untuk Suhartono dan Putut Wasono. Kemudian Rp 71,3 juta untuk Putut Wasono dan empat orang lainnya.

Saat ini ketiga tersangka masih ditahan di Rutan Surabaya cabang Kejaksaan Tinggi. Dalam waktu dekat, ketiganya akan dipindahkan ke Lapas Kelas I Madiun.
“Saat ini para terdakwa berada di Rutan cabang Kejaksaan Tinggi, nantinya kita pindahkan ke LP Madiun,” tandasnya.

Reporter M.Adi Saputra/Juremi
Editor Achmad Saichu