Tiga Hari Tak Pulang, Warga Kota Kediri Keluyuran Jadi Anjal

Share this :

Kediri, koranmemo.com — Warga Kelurahan Burengan Kecamatan Pesantren Kota Kediri sempat geger akibat suara gaduh dan cek-cok mulut. Setelah warga memeriksa, ternyata ada anak jalanan (anjal) yang bersitegang dengan seorang ibu rumah tangga (IRT), Rabu (6/5) malam.

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, kejadian keributan tersebut terjadi di salah satu rumah kos sebelah timur Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Burengan. “Jadi, ada kegaduhan 7 anjal terdiri dari 3 perempuan dan 4 laki-laki,” ujarnya, Kamis (7/5).

Salah satu anjal perempuan, kata Nur Khamid saat tiga pilar mendatangi lokasi dalam kondisi tak sadarkan diri. “Awalnya dari laporan warga karena ada anjal dan IRT yang bersitegang. Ahirnya, warga melaporkan ke tiga pilar setempat,” ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, lanjutnya, salah satu anjal menyembunyikan temannya yang sedang dicari orang tuanya sehingga terjadi pertengkaran ibu dan anak  yang menyebabkan anak tak sadarkan diri.

“Personel Satpol PP Kota Kediri bersama dengan Tiga Pilar, Tim RKR, dan masyarakat, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya satu anjal yang tak sadarkan diri dibawa ke Rumah Sakit (RS) Gambiran untuk mendapatkan penanganan medis,” jelasnya.

Sementara itu, untuk 6 anjal lainnya dibawa ke Poltek Kediri sebagai tempat observasi untum diperiksa kesehatannya. “Ini untuk antisipasi apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. Hasil tes, suhu tubuh normal dan tak ada gejala sakit,” katanya.

Menurut Nur Khamid, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari orang tua, anaknya tidak pulang selama tiga hari terakhir. Ternyata saat dicari, anaknya bersama anjal. “Ibu yang bersangkutan sempat curhat, intinya ini sebagai pelajaran buat anaknya dan juga sebagai pelajaran bagi orang tua supaya lebih memperhatikan pergaulan anak,” tuturnya.

Berdasarkan hasil pendataan, dari tujuh anjal, satu di antaranya berasal dari Kabupaten Kediri dan enam lainnya dari Kota Kediri. Mereka masih di bawah umur, ada yang masih berstatus sebagai pelajar dan dua di antaranya sudah tidak sekolah karena drop out (DO).

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu

Editor : Della Cahaya