Tiga Hari Berturut-turut Disetubuhi Bergiliran

Nganjuk, Koran Memo – Gara-gara menyetubuhi gadis di bawah umur sebut saja namanya Mekar (14) asal Kecamatan Tanjunganom, tiga orang pemuda yakni, Slamet Widodo (22) warga Lingkungan Bulakrejo dan Wahyu Supriadi (24) warga Lingkungan Gambirejo Kelurahan Warujayeng Kecamatan Tanjunganom serta Anggoro alias Dimas (22) warga Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot, diringkus Satreskrim Polres Nganjuk. Selain itu, petugas juga mengamankan seorang gadis ABG sebuta saja Bunga (15) nama samaran yang diduga sebagai mucikarinya, Minggu (17/5).

Ketiga pelaku yang telah menyetubuhi gadis di bawah umur. (Muji/Memo)
Ketiga pelaku yang telah menyetubuhi gadis di bawah umur. (Muji/Memo)

Informasi yang dihimpun Koran Memo, peristiwa tersebut terjadi selama tiga hari berturut-turut pada pertangahan bulan April lalu. Bermula dari Mekar yang saat itu sedang gegana (gelisah, galau, merana) karena diputus oleh sang pacar, sedang bimbang mencari teman untuk curhat. Mekar kemudian memutuskan untuk bermain ke rumah temannya yang benama Bunga, seorang teman Mekar yang tinggal satu desa dengannya.

Mekar kemudian bercerita perihal masalah yang dialaminya. Karena di rumahnya tidak ada kamar, Bunga mengajak Mekar keluar rumah untuk menemui temannya yang bernama Gepeng. Karena terlalu malam, Bunga mengajak Mekar untuk menginap. Didalam rumah Gepeng tersebut Mekar mendapatkan perlakuan tidak senonoh untuk kali pertamanya. Aksi tersebut dilakukan oleh Oto dan Kenyot. Keduanya melakukan melampiaskan nafsu liar mereka kepada Mekar, Kamis (16/4). “Pelaku atas nama Oto dan Kenyot kita nyatakan buron,” terang Kasat Reskrim Polres Nganjuk, AKP Hendara Krisnawan, Senin (18/5),

Pagi harinya, Jumat (17/4)Mekar diajak keluar oleh Bunga meninggalkan rumah Gepeng. Sesampainya di terminal lama Kertosono, Bunga kemudian menghubungi Anggoro dengan maksud meminta uang karena bensinnya habis. Anggoro yang sebelumnya kenal dengan Bunga bergegas menuju terminal Kertosono. Anggoro kemudian membawa Mekar dibawa ke sebuah area persawahan Desa Klurahan Kecamatan Ngronggot, sesampainya disana, Mekarpun kembali mendapatkan perlakuan yang sama saat berada di rumah Gepeng. “Waktu itu, Bunga diberi uang dan handphon sebagai balas jasa,” ujar AKP Hendra.

Hari berikutnya, Sabtu (18/4) Mekar diajak Bunga pergi ke rumah temannya di Lingkungan Bulakrejo Kelurahan Warujayeng, Rupanya Slamet Widodo dan Wahyu Supriadi sudah menunggu kedatangan Bunga dan Mekar. Mereka akhirnya minum-minuman keras hingga teler. Slamet dan Wahyu yang dalam keadaan mabuk berat kemudian meminta kepada Bunga untuk memuaskan nafsunya, namun Bunga menolak dengan alasan dirinya sedang dalam keadaan haid. Akhirnya Bunga meminta Mekar untuk menuruti keinginan laki-laki tersebut. “Kembali Mekar digilir secara bergantian oleh kedua pelaku,” imbuh Kasat Reskrim.

Orang tua Mekar merasa gelisah karena anaknya tidak pulang selama tiga hari tiga malam. Ibunya kemudian melakukan pencarian dan bertanya kepada teman-temannya. Belakangan diketahui jika Mekarr sedang bersama Bunga. Akhirnya, bocah yang droup out dari SMP ini diajak pulang oleh ibunya.

Sesampainya di rumah, Mekar tidak mau mengaku jika dirinya telah diajak Bunga berpetualang. Namun setelah didedak selama kurang lebih satu bulan, barulah Mekar mengaku telah ‘dijual’ oleh Bunga. Bagai disambar petir di siang bolong, hati sang ibu mendengar penuturan anaknya. Akhirnya dilaporkanlah kejadian ini ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Nganjuk. Kemudian, ketiga pelaku berikut mucikari berhasil diringkus petugas, Minggu (17/5).

“Untuk pelaku laki-laki, akan dijerat dengan pasal 76D junto pasal 81 ayat 1 dan 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ancaman hukumannya di atas lima tahun penjara, sedangkan mucikarinya pasal 88 Undang-Undang Perlindunga Anak, anacam hukuman maksimal 15 tahun penjara,” jelas AKP Hendar Krisnawan. (jie)

Follow Untuk Berita Up to Date