TIF, Ajang Inovasi dan Evaluasi Publik

Trenggalek, Koranmemo.com – Pelaksanaan Trenggalek Inovation Festival (TIF) tinggal menghitung hari. Festival yang memamerkan inovasi di bidang pelayanan organisasi pemerintah daerah (OPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek merupakan yang pertama kalinya di helat. Ajang ini menjadi pengenalan inovasi kepada masyarakat sekaligus menjadi evaluasi publik di bidang pelayanan.

Perwakilan Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (Kompak) Program Kemitraan Indonesia dan Australia untuk Kabupaten Trenggalek, Bovi Villa Suprianto mengatakan, festival ini diselenggarakan untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat. “Masyarakat bisa melihat kemajuan selama ini, mereka bisa tahu apa yang sudah dan akan dilakukan,” jelasnya.TIF menjadi sarana pengenalan inovasi bidang pelayanan kepada masyarakat sekaligus ajang evaluasi publik. Evaluasi publik itu dikemas dalam beberapa standar penilaian sehingga melahirkan beberapa inovasi yang memang dibutuhkan masyarakat. “Prosesnya ada tiga tahap, mulai dari penilaian proposal, wawancara, dan tinjauan lapangan. Yang terbaik nanti kita lihat seperti apa,” ujarnya.

Perwakilan Kompak yang didapuk sebagai juri itu mengaku, Trenggalek memiliki banyak inovasi yang berbeda dari beberapa daerah lain. Diantaranya adalah Smart Center, Sepeda Keren, dan Sutran Award. “Menurut saya dari beberapa kabupaten, Trenggalek ini leading. Harapannya Trenggalek kreatif dan inovatif bisa terwujud melalui event ini,” kata dia.

Festival ini diselenggarakan pada 21-22 November. Sedikitnya saat ini lebih dari 35 inovasi telah masuk ke dewan juri. TIF rencananya akan di hadiri oleh perwakilan dari kementerian hingga perwakilan negara sahabat.  “Semoga lancar acaranya,” kata Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin usai memimpin rapat persiapan TIF di Bhawarasa beberapa waktu lalu.

Mas Ipin berharap inovasi yang sudah disusun dalam bidang pelayanan di masing-masing OPD ini bisa dijalankan dengan baik dan membudidaya. Mas Ipin juga akan mengevaluasi beberapa OPD yang dinilai cenderung stagnan dan tidak berinovasi menyesuaikan tuntutan zaman. “Ujung-ujungnya bisa memberikan pelayanan masyarakat dengan prima,” pungkasnya. (adv/humas)

Reporter Angga Prasetiya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date