Tidak Miliki Izin dan Langgar Prokes, Acara Resepsi di Pakel Dibubarkan

Tulungagung, koranmemo.com – Acara hajatan berupa resepsi pernikahan di desa Kasreman, Kecamatan Pakel Kabupaten Tulungagung terpaksa harus dihentikan atau dibubarkan oleh Satgas Covid-19 kecamatan Pakel pada, Selasa (12/1).

Pasalnya, acara resepsi tersebut didapati tidak memiliki izin kepada Satgas, mengingat acara yang mengundang terjadinya kerumunan juga tidak diperbolehkan untuk berlangsung.

Pada saat proses pembubaran, terlihat banyak sekali tamu undangan yang hadir dalam acara resepsi tersebut. Tamu-tamu undangan tersebut diharuskan meninggalkan tempat lantaran memang tidak diperbolehkan untuk melakukan kegiatan yang bersifat berkerumun selama pandemi Covid-19.

Tidak hanya itu, pihak Satgas Kecamatan Pakel dengan dibantu koramil dan polsek setempat juga turut membantu membongkar tenda yang dijadikan tempat digelarnya resepsi.

Wakil Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Penanganan Covid -19 Kabupaten Tulungagung, Galih Nusantoro membenarkan adanya kejadian pemberhentian acara resepsi oleh Satgas Kecamatan Pakel.

Menurut Galih, usai melakukan pemberhentian acara resepsi tersebut. Satgas Kecamatan Pakel memang melaporkan kepada Satgas Kabupaten adanya kegiatan pemberhentian acara tersebut.

“Kami (Satgas Kabupaten) memang baru saja menerima laporan adanya kegiatan pembubaran acara resepsi yang dilakukan oleh Satgas Kecamatan. Itu karena acara tersebut di lain tidak memiliki izin, juga menyebabkan kerumunan. Itukan tidak diperbolehkan,” kata Galih Nusantoro, Selasa (12/1).

Lanjut Galih, meski yang bersangkutan meminta izin. Pihaknya juga tidak akan mengeluarkan izin mengingat situasi Tulungagung saat ini juga masih belum memungkinkan. Menurut Galih, apalagi berdasarkan pantauan petugas di lokasi. Terlihat kerumunan orang yang sebagian tidak menerapkan protokol kesehatan, hingga akhirnya diambil langkah untuk menghentikan pesta resepsinya.

Dia mengaku, sebenarnya tindakan petugas ini sudah sesuai dengan aturan perundang-undangan bahwa masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19..

“Di saat seperti ini, masyarakat diwajibkan mematuhi beberapa hal yang ditentukan oleh Satgas Covid-19 Kabupaten Tulungagung salah satunya adalah perihal pelaksanaan kegiatan-kegiatan kemasyarakatan. Apalagi inikan demi kepentingan kita bersama dalam mengatasi pandemi Covid-19,” imbuhnya.

Disinggung terkait sanksi bagi warga yang melanggar aturan tersebut. Galih menjelaskan yang bersangkutan telah diberikan peringatan berupa membuat pernyataan tidak akan mengulangi lagi.

Menurut Galih, pada saat itu yang bersangkutan cenderung kooperatif kepada petugas. Meski begitu, sebenarnya pihaknya mengaku bukan sekali ini saja membubarkan kegiatan seperti ini.

“Hampir seluruh wilayah di Tulungagung pernah ada semacam ini yang dibubarkan oleh Satgas. Beberapa waktu llalu ada yang di Ngantru, juga disalah satu hotel di Tulungagung yang juga pernah dibubarkan atau dihentikan oleh Satgas dari kecamatan maupun oleh Satgas yang dari Kabupaten,” pungkasnya.

Reporter : Mochammad Sholeh Sirri
Editor : Della Cahaya