Tidak Memiliki Surat Rapid Bebas Covid – 19, Penumpang Dilarang Naik

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Setelah penerapan kelaziman baru sepekan lalu, suasana Stasiun Kota Blitar mulai dipadati penumpang. Setidaknya ada tiga kereta api lokal dan satu kereta api jarak jauh yang telah beroperasi. Dalam kelaziman baru pihak PT KAI menerapkan aturan, penumpang yang tidak membawa surat keterangan rapid – 19, dilarang untuk melanjutkan perjalanan.

Kepala Stasiun Kota Blitar, Yana mengungkapkan setelah diberlakukan kelaziman baru, Daop 7 mulai membuka perjalanan kereta api jarak jauh. Untuk saat ini hanya kereta api Kahuripan dari Blitar tujuan Kiaracondong, Bandung.

“Untuk kereta api lokal ada dua kereta api yaitu Kereta Api Rapih Dhoho dan Kereta Api Penataran,” ungkap Yana, Senin (22/6)

Yana mengungkapkan dalam satu hari total sekitar 20 hingga 30 penumpang tujuan Jawa Tengah naik dari Stasiun Blitar Kota. Sesuai dengan peraturan yang berlaku, bagi para penumpang wajib menyertakan surat rapid test bebas Covid – 19.

Pihak petugas stasiun akan melakukan tindakan tegas dengan membatalkan pemberangkatan penumpang tersebut jika tidak menyertai surat bebas Covid – 19. Pihak PT KAI akan mengembalikan secara penuh uang pengembalian sebesar 100 persen.

“Uang pengembalian akan kita kembalikan seketika. Mereka yang tidak memenuhi syarat kita batalkan untuk pemberangkatan tujuan jarak jauh,” tegas Yana.

Selain menyertakan surat rapid bebas Covid – 19, para penumpang harus memenuhi protokol kesehatan. Seperti mencuci tangan sebelum menaiki kereta api, pengecekan suhu tubuh. Selain itu penumpang diminta menggunakan masker dan menggunakan pakaian lengan panjang.

Reporter: Nuramid Hasjim
Editor: Della Cahaya