Tiba di Titik Nol, Rombongan Kirab Pemuda Nusantara Sambangi 2 Makam Proklamator

Blitar,koranmemo.com-Setelah berkeliling ke seluruh wilayah Indonesia, Rombongan Kirab Pemuda Nusantara (KPN) 2017 akhirnya tiba di titik nol, di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Selasa (5/12). Rombongan yang berjumlah 72 pemuda ini, merupakan utusan setiap provinsi di Indonesia. Kedatangan mereka di Blitar diawali di Candi Simping.

Candi Simping merupakan tempat abu jenazah Raden Wijaya, Proklamator Kerajaan Majapahit, disemayamkan. Hal ini sesuai dengan apa yang tertera dalam kitab Negarakertagama, yang kini menjadi salah satu warisan budaya yang telah ditetapkan oleh UNESCO.

Setiba di Candi Simping, 72 pemuda langsung masuk ke area candi. Acara dilanjut dengan pementasan monolog “Bangkit dan Bersatulah Wahai Ksatria-Ksatria Nusantara” oleh Dewan Kesenian Kabupaten Blitar.

“Monolog ini menceritakan tentang nusantara, tentang  lahirnya Raden Wijaya. Keberaniannya mengusir pasukan  Tar Tar. Juga tentang Gadjah Mada yang berhasil menyatukan Nusantara melalui Sumpah Palapanya. Gadjah Mada ada karena ada Raden Wijaya,” kata Sekretaris Dewan Kesenian Kabupaten Blitar, Rahmanto “Mastampan” Adi

Di akhir pementasan monolog, DKKB secara bersamaan mengibarkan bendera Republik Indonesia dan Kerajaan Majapahit secara bersamaan.

“Ini sebagai doa dan harapan, ke 72 pemuda ini nantinya bisa kembali megibarkan kejayaan nusantara. Ke 72 pemuda ini sebagai utusan, mereka adalah ksatria. Mereka harus membawa Indonesia bangkit, bersatu dan kembali membawa bangsa ini meraih kejayaan,” tambah Redi Wisono, sutradara teatrikal.

Acara kemudian dilanjut dengan upacara penerimaan yang dimpimpin Bupati Blitar Rijanto. Dalam sambutannya, orang nomor satu di Pemkab Blitar tersebut menyampaikan bahwa Blitar adalah sebuah daerah yang memiliki catatan penting dalam perkembangan dan kejayaan Negara Indonesia.

“Blitar menjadi tempat persemayaman dua tokoh penting dalam kejayaan nusantara. Yang pertama adalah Raden Wijaya (Pendiri Kerajaan Majapahit), yang abu nya di dharmakan di Candi Simping. Yang kedua adalah Ir Soekarno (Bung Karno) Proklamator Republik Indonesia,” kata Bupati.

Dalam kesempatan ini bupati juga menyampaikan, adanya dua makam tokoh proklamator di Blitar ini tak lain adalah karena kekuatan dan kelebihan dari tanah Blitar. Dirinya berharap, keistimewaan tanah Blitar ini dapat menjadi modal untuk mengembalikan kejayaan nusantara dan menjadi inspirasi bagi 72 pemuda peserta kirab untuk membangun negeri.

”Raden Wijaya adalah Raja Besar, setidaknya memiliki alasan kuat ketika meminta abu nya didharmakan di Candi Simping.  Di Blitar juga ada Makam Bung Karno,” tukasnya.

Kepala Bidang Kreatifitas Fashion dan Film, Kementrian Pemuda dan Olahraga RI, Dr Yudhistira, M.Pd, dalam kesempatan ini menyampaikan  Blitar menjadi titik puncak Kirab Pemuda tahun 2017. Peserta kirab menempuh perjalanan selama 72 hari dari Sabang sampai Merauke. Setiap titik disinggahi selama 3 hari dua malam.

“Peserta kirab berkeliling ke seluruh Indonesia akan dapat mengetahui jika Indonesia itu Bhineka Tunggal Ika. Di setiap persinggahan mereka diperkenalkan dengan hal yang menyangkut suku, agama dan budaya. bahkan mereka juga bertemu dengan Raja yang masih memerintah, serta berkunjung ke makam-makam perintis kemerdekaan. Mereka menyaksikan betapa besarnya Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika,” katanya.

Setelah dari Candi Simping, peserta kirab kemudian melanjutkan perjalanan menuju Makam Bung Karno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, dengan menggunakan jeep, ada sekitar 5000 orang bersepeda motor dari organisasi kemasyarakatan dan organisasi mahasiswa di Blitar yang turut serta bergabung dengan iring-iringan Rombongan Kirab Pemuda Nasional.

Reporter: Arief Juli Prabowo

Editor: Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.