Tewas Terjun Dari Lantai 3

Share this :
Petugas melakukan identifikasi dan evakuasi mayat korban di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar (memo/arief)
Petugas melakukan identifikasi dan evakuasi mayat korban di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar (memo/arief)

*Depresi Pasien RSUD Mardi Waluyo Bunuh Diri

Blitar,Memo-RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar geger. Seorang pasien bernama Winarto (35) warga RT 02/ RW 04 Dusun Tegalrejo Desa Karangbendo Kecamatan Ponggok nekat bunuh diri dengan cara melompat dari lantai 3 gedung RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, Rabu (2/7) sekitar pukul 06.30 WIB. Akibatnya korban langsung tewas dengan kondisi patah tulang dan kepala pecah. Petugas polisi yang mendapat laporan segera melakukan pemasangan garis polisi (police line) dan identifikasi terhadap jasad korban.

Dari keterangan yang diperoleh Memo, korban masuk rumah sakit pada 27 Juni 2014. Saat itu korban mengalami gangguan di tenggorokan sehingga tidak bisa menelan makanan dan minuman. “Korban sudah sepuluh hari ini tidak bisa menelan makanan dan minuman,karena penyakit abses (penimbunan nanah-red). Kemungkinan karena korban frustrasi akhirnya nekat bunuh diri,”jelas Tugiono, salah satu keluarga korban.

Beberapa saat sebelum kejadian, korban sempat menjalani perawatan rutin oleh tim medis di rumah sakit itu. Lantas sekitar pukul 06.00 WIB, korban terlihat dari ruang perawatan dan berjalan naik ke lantai 3. Beberapa saat kemudian, korban tiba-tiba menjatuhkan diri dari ketinggian sekitar 17 meter.

Salah satu petugas kebersihan rumah sakit, Fikri mengaku sempat melihat korban menuju lantai 3. Saat itu korban masih dalam kondisi masih terinfus dan selang di hidung. “Saya sempat mengetahui karena saat saya membersihkan lantai di ruang dahlia,korban naik ke tangga dan melompat,” ujarnya.

Mengetahui kejadian tersebut pihak rumah sakit langsung menghubungi kepolisian. Sesaat kemudian petugas mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban. “Sampai saat ini kuat dugaan korban memang nekat meloncat dari lantai 3 gedung dahlia,jenasah langsung dibawa ke kamar jenasah,” terang Kompol Totok Widianto, Kapolsek Sananwetan.

Kapolsek menambahkan, dari keterangan sejumlah saksi tindakan nekat korban diduga dipicu depresi. Selain karena penyakit yang dideritanya, korban juga depresi setelah ditinggal meninggal istrinya. “Dari keterangan keluarga tadi diketahui istri korban baru saja meninggal,mungkin ini juga yang mengakibatkan kenekatan korban,” imbuhnya.

Di sisi lain, pihak kepolisian sangat menyayangkan rumah sakit sekelas RSUD Mardi Waluyo yang merupakan rumah sakit terbesar di Kota Blitar ternyata sistem keamanan tidak maksimal.Terlebih pintu penutup di lantai 3 tersebut tidak ada papan larangan atau gembok. Jadi siapapun bisa naik sampai lantai atas. “Kami mengharapkan kepada pihak rumah sakit agar sistem keamanan bagi para pasien ini benar-benar dijaga,agar tidak terjadi hal-hal seperti ini lagi,” ungkap Kompol Totok kepada Memo.(rif)