Tetap Dilarang Terima Maba

Share this :

Kediri, Koran MemoKementerian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi (Kemeristek dikti) mengeluarkan penegasan terkait kampus yang berstatus non aktif. Kampus yang dianggap bermasalah tersebut tetap dilarang menerima mahasiswa baru (maba). Kemeristek dikti juga memberi batas waktu hingga Desember 2015 mendatang bagi kampus – kampus non aktif agar menyelesaikan masalahnya atau akan dibekukan.

Spanduk penerimaan mahasiswa baru yang dipasang oleh UNP
Spanduk penerimaan mahasiswa baru yang dipasang oleh UNP

Dalam percakapan antara wartawan Koran Memo dengan Direktur Pendidikan dan Tenaga Pendidik (Diktendik) Kemenristekdikti, Prof Supriadi mengutip pernyataan  menteri menyatakan bahwa kampus non aktif dilarang menerima mahasiswa baru. Hal ini juga berlaku bagi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri yang juga berstatus non aktif. UNP dilarang menerima mahasiswa baru sebelum persoalan rasio dosen dan mahasiswanya terselesaikan. “Pak Menteri: UNP dilarang menerima mahasiswa baru,” begitulah kutipan pesan singkat yang dikirimkan oleh Prof Supriadi, Kamis (18/6) kemarin.

Supriadi mengatakan, pihak kementerian sudah melakukan berbagai tindakan. Tinggal saat ini, masyarakat diminta untuk berhati-hati dan mengecek terlebih dahulu status kampus yang akan dituju di pusat data Kemenristekdikti di forlap.dikti.go.id untuk mengetahui keadaan atau status kampus. “Kementerian sudah bertindak. Tergantung masyarakat, lebih percaya yang mana,” imbuhnya.

Diketahui, saat kunjungannya ke Kota Kediri beberapa waktu lalu, Menristek, M Nasir juga sudah memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak mudah percaya dengan bujuk rayu rektor ataupun dosen untuk mendaftar ke kampus yang sedang bermasalah.

M Nasir juga mengatakan, untuk kampus non aktif termasuk UNP dilarang menerima mahasiswa baru sampai bisa menyelesaikan permasalahan jumlah rasio antara dosen dan mahasiswa. Apabila diketahui tetap melakukannya, pada bulan Desember 2015 mendatang, kementerian akan melakukan grounded atau pembekuan. Nantinya apabila terjadi proses tersebut, keberadaan mahasiswa yang sudah mendaftar juga akan terancam, bahkan tidak bisa melakukan proses perkuliahan.

Selain itu, uang pendaftaran yang sudah dibayarkan pada saat melakukan pendafaran juga belum bisa dipastikan akan dikembalikan oleh pihak kampus.

Hingga saat ini belum diperoleh konfirmasi dari pihak kampus atas hal itu. Namun pantauan Koran Memo, kampus UNP terkesan tetap tidak mau menerima keputusan tersebut. Bahkan berbagai spanduk dan banner pengumuman penerimaan mahasiswa baru juga masih terlihat di berbagai sudut kota hingga luar kota.(kur)