Tetap Berlangsung Sesuai Rencana

Pembongkaran Eks lokalisasi

Kediri, koranmemo.com – Rencana Pemerintah Kota Kediri untuk membongkar kawasan eks lokalisasi Semampir yakni RW 5 tetap sesuai jadwal. Jumat (9/10), pemkot sudah melakukan berbagai persiapan jelang eksekusi pembongkaran eks lokalisasi tersebut.

Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi, Dewi Sartika mengungkapkan, pihaknya sudah siap untuk membantu kelancaran pembongkaran eks lokalisasi tersebut. Mereka sudah menyiapkan dana kerokhiman senilai Rp 2,5 juta per kepala keluarga (KK) yang akan diambil oleh warga yang terdampak penggusuran tersebut. Selain itu juga menyiapkan posko-posko untuk warga yang terdampak. “Kami akan menyiapkan juga posko seperti di Kelurahan Semampir dan sekitarnya, untuk antisipasi jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Dewi.

Nur Khamid, Kasi Trantib Satpol PP Kota Kediri menambahakan, untuk pengamanan, dari Satpol PP akan dibantu oleh Polisi dan TNI. Untuk poses eksekusi juga dibantu satker pendukung seperti Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP), serta instansi pendukung seperti PLN. “Kurang lebih 1000 pasukan gabungan dari semuanya itu untuk proses eksekusi pembongkaran eks lokalisasi Semampir,” paparnya.

Sementara itu, Joko Ahfantoro, Humas PLN Area Kediri mengungkapkan, terkait aliran listrik yang mengalir di rumah-rumah warga, dari pemkot meminta untuk semua aliran listrik di RW 5 tersebut diputus pagi hari sebelum eksekusi dilakukan. PLN akan melakukan bongkar rampung seperti meteran diambil oleh PLN dan dicabut data induk langganannya. Untuk pelaksanaan pembongkaran yang sudah positif yakni 3 rumah untuk diambil meternya. Untuk pelaksanaan pembongkaran keseluruhan dimulai dari tanggal 10 Desember 2016. “Jadi pembongkaran tidak dilakukan langsung sehari tapi dimulai tanggal 10 sampai 15 secara bertahap. Untuk teknisnya diambil meternya dulu agar aliran listrik berhenti dan tidak terjadi konsleting saat dirobohkan, setelah itu diambil kabelnya,” ungkap Joko. (dha)

 

Follow Untuk Berita Up to Date