Tertinggi Keempat di Jatim

Share this :

SPP SMA/SMK Pasca Ditarik Provinsi

Kediri, koranmemo.com – Standar sumbangan pendanaan pendidikan (SPP) untuk SMA dan SMK di Kota Kediri akhirnya keluar. Dalam Surat Edaran (SE) Gubernur yang disahkan 5 Januari 2017 lalu, tertera nominal SPP yang berbeda untuk tiap-tiap kota/kabupaten di Jawa Timur, tergantung dengan kemampuan daerah tersebut. Kota Kediri menduduki posisi keempat sebagai daerah dengan SPP tertinggi se-Jatim, di bawah Kota Surabaya, Kota Malang, dan Kota Madiun.

Dari tabel yang tertera pada SE tersebut, disebutkan bahwa untuk SMA dikenakan biaya sebesar Rp 120 ribu per bulan, SMK jurusan non teknik sebesar Rp 160 ribu per bulan, sedangkan SMK jurusan teknik sebesar Rp 200 ribu per bulan.

Mashari Krisna Edy, Kepala SMK Negeri 2 Kediri mengungkapkan, angka yang ditetapkan tersebut juga mempertimbangkan kebutuhan masing-masing sekolah. “Kenapa SMK lebih mahal? Karena SMK membutuhkan lebih banyak biaya, terutama untuk kepentingan praktik,” ujar Mashari.

Selain penetapan SPP, dicantumkan pula berapa biaya maksimal yang harus ditanggung oleh satu murid SMA dan SMK setiap tahun. Jadi, sekolah nantinya tidak boleh meminta lebih dari jumlah yang tertera tersebut. Untuk Kota Kediri, biaya per murid SMA per tahun sebesar Rp 2.850.000, untuk SMK jurusan non teknik Rp 3.325.000, sementara untuk SMK jurusan teknik sebesar Rp 3.800.000 per tahun.

Misalnya untuk SMK jurusan teknik, SPP per bulan adalah Rp 200 ribu. Kemudian dikalikan 12 dan ditambahkan dengan dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) per tahun Rp 1.400.000 per siswa. Jumlahnya tepat Rp 3.800.000. Jika sekolah meminta tambahan biaya lebih dari itu maka bisa dianggap sebagai pungutan liar. “Kecuali jika itu memang ada persetujuan dari pihak komite, yang mau mengeluarkan biaya lebih selama itu untuk kepentingan siswa,” tutur Mashari.

Mashari mengakui, biaya yang dikeluarkan oleh SMK setiap tahunnya itu tidak sedikit. Dulu, SMK bisa mengandalkan Pemerintah Kota Kediri untuk membiayai berbagi kegiatan utama dari SMK seperti try out, UKK (Ujian Kompetensi Kejuruan) dan praktik kerja industri (prakerin). Wali murid tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun. Namun karena saat ini keadaannya sudah berbeda, pemkot sudah menghentikan total pembiayaan untuk SMA dan SMK, Mashari juga mengharapkan kesediaan dari komite untuk membantu. “Kami akan memaparkan rincian pengeluaran setransparan mungkin. Kami tidak mau dianggap nanti dianggap sebagai pungli,” ujarnya.

Sementara, di Kabupaten Kediri disebutkan, SPP untuk SMA sebesar Rp 70 ribu, untuk SMK non teknik sebesar Rp 110 ribu, dan untuk SMK teknik sebesar Rp 130 ribu. (ela)