Tertibkan 8 Titik Parkir Liar

Share this :

Kediri, Koran Memo – Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kediri Kota bersama Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Kediri, Kamis (19/11) menggelar kegiatan pembinaan dan penyuluhan kepada seluruh juru parkir se-Kota Kediri di ruang Rupatama Mapolres Kediri Kota. Pertemuan membahas tentang 8 titik parkir liar di Kota Kediri, sekaligus mengantisipasi adanya tarif parkir tidak wajar yang diterapkan oleh para juru parkir. Disebutkan, salah satunya adalah parkir liar yang ada di dekat sejumlah pusat perbelanjaan. Parkir liar muncul diketahui lantaran tidak tersedianya lahan parkir yang cukup di lokasi perbelanjaan tersebut.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Edy Purwanto ketika memberikan penjelasan kepada para tukang parkir dalam acara pembinaan dan penyuluhan juru parkir se-Kota Kediri (kurnaiwan/memo)
Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Edy Purwanto ketika memberikan penjelasan kepada para tukang parkir dalam acara pembinaan dan penyuluhan juru parkir se-Kota Kediri (kurnaiwan/memo)

Dalam diskusi yang digelar, para juru parkir yang hadirpun mengaku sadar bahwa menyediakan jasa parkir di lokasi yang dilarang merupakan bentuk kesalahan. Akan tetapi, mereka beranggapan bahwa pihak pengelola parkir resmi misalnya di tempat perbelanjaan tidak mampu menyediakan cukup lahan parkir sehingga mereka menyediakannya di lokasi yang terlarang.

Kasat Lantas Polres Kediri Kota, AKP Edy Purwanto mengatakan penertiban parkir liar seharusnya memang dilakukan. Akan tetapi lantaran hal tersebut berhubungan dengan mata pencaharian para juru parkir, pihaknya tidak bisa serta merta melakukan penegakan hukum. Namun, terlebih dahulu akan menggelar pertemuan antara pengelola pusat perbelanjaan dengan para jukir untuk menentukan solusi terbaik terkait masalah tersebut. “Karena ini persoalan perut, kita tidak bisa langsung melakukan tindakan. Nanti segera kita akan gelar pertemuan antara pengelola tempat perbelanjaan dengan jukir sehingga muncul solusi,” ujarnya.

Selain membahas terkait keberadaan parkir liar, AKP Edy Purwanto juga menyinggung adanya tarif yang diterapkan oleh para jukir melebihi batas kewajaran. AKP edy mengatakan kepada para jukir untuk tidak memberikan tarif berlebihan, apalagi melakukan tindakan yang bisa dikategorikan sebagai pemaksaan atau pemerasan. Apabila ada masyarakat yang mengadu bahwa ada pemaksaan, pihak kepolisian tidak akan segan-segan untuk melakukan tindakan. “Jangan sampai ada pemaksaan. Kalau ada pengaduan dari masyarakat, kami tidak akan tebang pilih,” ujar Kasat Lantas kepada para jukir.

Sementara itu, Kepala Dishubkominfo Kota Kediri, Ferry Djatmiko melalui Ka UPTD Perparkiran, Hendro Purwoko mengatakan, jumlah titik parkir liar di Kota Kediri diketahui menyebar di berbagai wilayah. “Jumlahnya menyebar. Ada 8 titik parkir liar,” ujarnya.(kur)