Tersangka Korupsi Pengadaan Tanah SMPN 1 Mantingan Ditangkap, 1 Buron

Share this :

Ngawi, koranmemo.com – Tim penyidik Polres Ngawi menangkap satu tersangka kasus dugaan korupsi mark up pengadaan tanah SMPN 1 Mantingan yang merugikan negara sebesar Rp 1,1 miliar.

Tersangka Hadi Suharto, ditangkap  di rumahnya Desa Pucangan, Kecamatan Ngrambe, Kabupaten Ngawi.

“Tersangka berinisial H ditangkap di rumahnya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Kasubbag Humas Polres Ngawi AKP Parasito Djoyo Hadi, Rabu (8/7).

Tersangka ditangkap paksa, karena telah mangkir dari panggilan penyidik. Bahkan, sebelumnya pada 23 Maret lalu tersangka lari dan tidak berada di rumahnya. “Untuk tersangka berinisial S masih dalam pengejaran,” katanya.

Polres Ngawi menetapkan dua tersangka dalam kasus dugaan korupsi mark up pengadaan tanah SMPN 1 Mantingan.
Penetapan tersangka dilakukan, setelah penyidik gelar perkara dengan melibatkan tim auditor dari BPKP Jawa Timur. Kerugian negara yang ditimbulkan sekitar Rp 1,1 miliar lebih.

Untuk tersangka H merupakan orang mantan birokrasi dari lingkungan Dinas Pendidikan (Dindik) Ngawi. Sedangkan S sebagai orang swasta.
Kasus ini berawal dari lahan SMPN I Mantingan yang selama ini merupakan milik Ponpes Gontor dan kini ingin diminta kembali.

Sedangkan, pemkab Ngawi menggelontorkan dana pengadaan ke Dindik Ngawi sebesar Rp 2,7 M dari APBD 2017. Namun, kuat dugaan dana sesungguhnya yang terpakai untuk pembelian tanah bagi SMPN I Mantingan tidak sebesar yang dilaporkan.

Reporter Andika Abdilah/Juremi

Editor Achmad Saichu