Tersangka Kembalikan Uang ke Kasda

Share this :

Dugaan Korupsi KONI

 

Blitar, koranmemo.com – Proses hukum kasus korupsi KONI Kabupaten Blitar terus berlanjut. Kedua tersangka, masing-masing Ketua KONI ,Dwi Wahyu Hadi (40) warga Kelurahan Kademangan Kecamatan Kademangan dan Bendahara KONI Mohamad Arifin (38) warga Perum Griyarama Jl Madura Kota Blitar mengaku jika telah mengembalikan uang senilai Rp 972 juta ke kas daerah. Keduanya juga menyebut uang tersebut mengalir ke beberapa pejabat di lingkup Kabupaten Blitar dan oknum dewan Kabupaten Blitar.

Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya SH SIk menjelaskan jika keduanya sudah diperiksa sekali dan keduanya sangat kooperatif saat diperiksa.Terkait penahanan, penyidik masih melihat perkembangan. “Yang jelas kami belum menahan tersangka karena kami masih mempertimbangkan hasil penyidikan tersebut,” terangnya.

Kapolres juga enggan membeberkan siapa saja pejabat dan oknum dewan yang menerima aliran dana korupsi KONI tersebut. “Untuk kepentingan penyidikan belum bisa kita sampaikan siapa saja yang menerima aliran dana ,namun jika sudah ada perkembangan yang mungkin tidak mengganggu penyidikan maka akan kami sampaikan siapa saja yang menerima aliran tersebut,” ungkapnya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya jika penyidik menetapkan dua tersangka yakni Dwi Wahyu Hadi, Ketua KONI Kabupaten Blitar dan Mohamad Arifin, Bendahara KONI Kabupaten Blitar. Kapolres Blitar menjelaskan jika selama proses pemeriksaan keterangan saksi-saksi pihak penyidik sudah memeriksa sedikitnya 112 saksi dalam kasus tersebut. Kedua tersangka ini disangkakan dengan pasal 2 dan 3 junto 15 UU RI No 20/2001 dan atas perubahan UU RI No 31/1999 tentang pemberantasan korupsi.

” Kalau pasal 2 itu adalah pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar,sedangkan untuk pasal 3 paling singkat 1 tahun dan paling lama 20 tahun untuk dendanya paling sedikit 50 juta paling banyak Rp 1 miliar,” jelasnya.(rif)