Terpidana Korupsi Mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar Dipindah ke Lapas Blitar

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Terpidana Korupsi kasus suap  SMPN 3 Blitar, M. Samanhudi Anwar dilayar ke Lapas II B Blitar Jumat (14/02). Mantan wali kota Blitar itu dipindah ke Blitar atas permintaan keluarga. Sebelum hingga pasca divonis lima tahun Samanhudi yang juga mantan anggota DPRD Kota Blitar dari PDIP itu menghuni Lapas Klas II A Sidoarjo.

Kepastian “kepulangan” Samanhudi ke Kota Blitar itu disampaikan  oleh Kepala Keamanan Lapas II Blitar Blitar, Bambang Setiawan. Dia mengakui pihaknya telah menerima pemindahan Samanhudi dari Sidoarjo ke Blitar.

Bahkan tak hanya Samanhudi, terpidana lain yakni Bambang Purnomo alias Totok juga pindah ke Blitar. Totok diketahui dalam persidangan adalah  kurir  atau orang yang mengantar uang dari salah satu pengusaha ke Samanhudi.

“Memang ada dua narapidana yang kami terima hari ini. Dan pemindahan ke Lapas Blitar  itu atas permintaan keluarga,” kata  Bambang,  Jumat (14/02).

Menurut Bambang pemindahan dua narapidana itu juga atas persetujuan Kantor  Wilayah atau Kanwil Kemenkum HAM Jawa Timur, tertanggal 11 Februari. Intinya, dua narapidana itu dipindah ke Blitar atas permintaan keluarga.

Dijelaskan, sama seperti narapidana lain, Samanhudi  bakal menjalani serangkaian proses. Di antaranya yakni  menjalani tahapan masa pengenalan lingkungan atau yang biasa disebut mapenaling.  Mapenaling sendiri sudah dianggap sebagai hal yang wajar dan sesuai dengan standar operasional prosedur atau SOP. Mapenaling harus dijalani terpidana selama tiga hari dan di ruang khusus. “Prosesnya memang begitu,” kata pria ramah ini.

Di mapenaling, kata Bambang lagi, Samanhudi dan Totok bakal menjalani masa orientasi atau adaptasi dengan lingkungan anyar. Nah, harapannya dengan mapenaling itu setidaknya bisa menyesuaikan  suasana baru. Selanjutnya, tambahnya,  jika sudah melewati masa mapenaling bakal dicampur dengan narapidan kasus lain. Dalam hal ini kasus tindak pidana korupsi atau tipikor. “Untuk kamar khusus untuk narapidana  di lapas memang ada,” jelasnya.

Sama dengan terpidana lain, pihaknya memastikan tidak ada perlakuan istimewa. Meski yang bersangkutan adalah mantan orang nomor satu di pemkot Blitar.  Intinya tidak ada penangangan yang istimewa. “Tidak dibedakan, semuanya sama,” katanya lagi.

Dijelaskan, di bangunan timur Alun-alun Kota Blitar, sebutan Lapas Blitar itu Samanhudi  bakal menjalani sisa masa hukuman. Sisa yang dijalani yakni tiga tahun tiga bulan 26 hari. Sementara untuk Totok alias Bambang Purnomo  menjalani sisa masa pidana dua tahun tiga bulan 24 hari.

Untuk diketahui, M. Samanhudi diganjar lima tahun penjara oleh hakim Tipikor Surabaya.  Dia terbukti dalam perkara suap pembangunan SMPN 3 Blitar. Selain Samanhudi, dalam kasus yang sama juga hakim memvonis Bambang Purnomo dengan  vonis empat tahun. Kasus suap itu terjadi pada pertengahan 2018 lalu. M. Samanhudi menyerahkan diri ke KPK pasca lembaga antirasuah itu mengobok-ngobok Kota Blitar.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi

Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date