Ternyata Ini Penyebab Bapak Ajak Anaknya Curi Motor

Kediri, koranmemo.com – Pelaku kasus pencurian sepeda motor yang terjadi pada 1 September di Kelurahan Banaran Kecamatan Pesantren Kota Kediri, ternyata hasil aksi mencuri itu digunakan untuk keperluan sehari-hari. Petugas juga masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut, untuk mengetahui sepeda motor lainnya yang dicuri dan dijual oleh pelaku.

Kapolsek Pesantren, Kompol Padi Sadiarto menjelaskan, faktor ekonomi kembali menjadi dasar tindak pidana pencurian. Barang hasil curian dijual dengan harga yang cukup murah. “Namun yang disayangkan dari kasus ini, pelaku ini mengajak anaknya yang masih pelajar untuk membantu aksinya,” jelasnya, Rabu (18/9).

Dalam kasus pencurian ini, lanjutnya, Slamet Waras (44) warga RT08/RW 02 Dusun Joho Desa Sumberejo Kecamatan Ngasem Kabupaten Kediri, menjadi pelaku pencurian dan petugas masih melakukan penyilidikan untuk mengetahui barang bukti sepeda motor hasil tindakannya. Setelah menangkap pelaku dan anaknya, petugas juga menangkap dua orang yang diduga menjadi penadah sepeda motor curian pelaku.

Dua penadah tersebut diketahui bernama Horas Martupang (34) asal Desa Tembok Dukuh Kecamatan Bubutan Kota Surabaya dan Romli (39) asal Desa Glagah Kecamatan Arosbaya Kabupaten Bangkalan. Pelaku menjual sepeda motor hasil curian kepada dua penadah ini dengan harga Rp 3,5 juta per motor, dan dijual kembali dengan harga sekitar Rp 4 juta.

Mereka (penadah) sebelumnya tidak saling mengenal bahkan dengan pelaku mereka baru melakukan komunikasi sekitar tiga bulan terakhir. Romli mengaku mengenal pelaku setelah mendapat tawaran sepeda motor dengan harga murah dari Horas, akhirnya Horas mengenalkan Romli dengan pelaku dan melakukan transaksi jual beli hasil curian.

Menurut Paidi, petugas berhasil menangkap pelaku melalui CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian setelah Sri Windarti (44) warga Jalan Kuwak Utara Kelurahan Ngadirejo Kecamatan/Kota Kediri, melaporkan kejadian dugaan pencurian sepeda motor miliknya. Dari rekaman tersebut, petugas mencoba memeriksa nomor polisi (nopol) sepeda motor yang digunakan oleh anak pelaku untuk mendorong (operasional) pelaku.

Setelah mengetahui nopol sepeda motor pelaku, petugas segera melakukan penyelidikan pemilik sepeda motor tersebut. Akhirnya, petugas berhasil menangkap pelaku dan anaknya saat berada di rumah. Dari informasi yang diperoleh Koranmemo,com, RR yang masih di bawah umur itu masih berstatus sebagai pelajar kelas XI di salah satu SMA Negeri di Kota Kediri.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date