Terlibat Kasus Penculikan, Ngaku Wartawan Dibekuk

Share this :

Lumajang, koranmemo.com – Polres Lumajang akhirnya berhasil membekuk 3 pelaku kasus penculikan. Salah satu dari tiga tersangka yang diamankan adalah Rudi (45), profesi wartawan, warga Dusun Legong, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

Kedua tersangka lain yang diamankan adalah Nanang Khosim (35), warga Dusun Karangber Rt.02/Rw.-, Desa Guwosari Kecamatan, Pajangan Kabupaten Bantul, Provinsi Yogyakarta dan Zainul Arifin (34), warga Dusun Legong Rt.08/Rw.2 Desa  Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten  Lumajang.

Kasus penculikan dan pemerasan yang menghebohkan di Kabupaten Lumajang ini terjadi pada Minggu (24/6). Namun petugas Satreskrim Polres Lumajang, bersama Reskrim Polsek Klakah berhasil mengungkap kasus tersebut  kurang dari 24 jam.

“Kasus penculikan dan atau percobaan pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum wartawan yang mengaku sebagai anggota Buser Polda Jatim, dapat kami gagalkan kurang dari 24 jam,” jelas Kasat Reskrim Polres Lumajang, AKP Hasran SH MHum kepada sejumlah media.

Menurut AKP Hasran, kasus tersebut dilakukan oleh 5 pelaku, dan tiga diantaranya  sudah ditangkap di SPBU Sukodono Lumajang, pada Senin (25/6) sekitar pukul 14.00 wib.

“Dua pelaku masih dalam pengejaran, karena pada saat penangkapan, keduanya sudah tidak bersama ketiga pelaku, ada indikasi mereka berdua turun ditempat lain sebelum ditangkap. Kami terus melakukan pengejaran. Dan korban yang bernama Muhammad Imam Hanafi (38), warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, sudah berhasil diselamatkan,” imbuhnya.

Kejadian ini dilakukan pelaku pada Minggu (24/6) sekitar pukul 21.00 wib, di Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Dan perkara dilaporkan pelapor atau istri korban ke Polsek Klakah sekitar pukul 23.00 wib tanggal 25 Juni 2018.

“Kejadian ini dilaporkan oleh Suliyah, (35), seorang perempuan istri dari korban, warga Dusun Krajan, Desa Sruni, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, beragama Islam, yang berprofesi sebagai ibu rumah tangga,” ungkap Kasat Reskrim.

Modus operandi yang dilakukan para pelaku ini berawal mereka datang ke rumah korban dengan bersenjata yang mengaku dari Buser Polda Jatim.

“Pelaku ini melakukan penodongan dengan senjata, diikuti pemukulan dan membawa korban dengan menggunakan mobil merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” ujarnya.

Dikatakan, setelah membawa korban, pelaku menelpon pelapor dengan menggunakan HP korban dan  meminta uang tebusan sebesar Rp 300 juta, bila menghendaki suaminya (korban) selamat. Dari situlah petugas bertindak dan berhasil meringkus pelaku.

Dua pelaku yang masih buron, atas nama Pi’i (22), warga Dusun Krajan, Desa Dawuhan Wetan Kecamatan Rowokangkung, Kabupatem Lumajang dan atas nama Febri (22), warga Dusun Legong Desa Dawuhan Wetan, Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang.

“Adapun barang bukti (BB) yang berhasil diamankan antara lain 1 pucuk senjata soft Gun berikut 6 butir amunisinya, 1 lembar kaos hitam bertuliskan POLICE, 1 lembar rompi loreng TNI dengan logo JEJAK KASUS, 1 buah kain slayer warna hitam batik, 12 lembar ID Card PERS Jejak Kasus atas nama Rudi H Hartono dan 1 unit R4 merk Datsun warna Gray Nopol DK-856-EK,” pungkasnya.

Polres Lumajang akan terus mengembangkan, mencari dan menemukan dua pelaku yang belum tertangkap. Dan untuk kepentingan penyidikan para tersangka dilakukan penahanan, dan perkembangan selanjutnya akan terus dilaporkan pihak polres.

Reporter : Abd Halim, Sp

Editor: Achmad Saichu