Terkait Masalah Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19, Ini Harapan Bupati Lamongan 

Share this :

Lamongan, koranmemo.com – Meski belum ada informasi secara pasti dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tentang penyelenggaraan belajar mengajar secara tatap muka, namun Pemkab Lamongan tetap memprioritaskan dunia pendidikan.

Buktinya, kali ini Bupati Fadeli menyaksikan secara langsung kegiatan simulasi dan sosialisasi sekolah tangguh di SMP Negeri 3 Lamongan. Itu sebagai upaya pemerintah serius dalam memantau perkembangan kwalitas maupun kwantitas saat pandemi hingga menuju new normal.

“Saya berharap sekolah-sekolah di Lamongan dapat  menjadi sekolah tangguh semeru, sehingga dalam keadaan pandemi proses belajar mengajar tetap dapat dilaksanakan dengan baik,” harap Fadeli, saat meninjau simulasi dan sosialisasi sekolah tangguh di SMP Negeri 3 Lamongan, Selasa (28/7).

Dikatakan Fadeli bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah memang masih belum sepenuhnya dilakukan secara tatap muka, namun persiapan juga turut menjadi pertimbangan utama.

“Pelaksanaan sekolah tatap muka ini masih dalam tahap simulasi, belum benar-benar masuk. Kalau nanti sudah ada lampu hijau dari Kemendikbud, kita bisa segera melaksanakan sekolah sesuai dengan protokol kesehatan di era new normal,” ungkap Bupati Fadeli.

Sementara, terkait dengan sekolah-sekolah yang terkendala dalam hal pelaksanaan tatap muka serta kendala jaringan, Fadeli kembali menegaskan bahwa tenaga didik/guru masih dapat melakukan pembelajaran melalui sistem guru kunjung.

“Kita jangan sampai kehilangan banyak momen serta waktu untuk mencerdaskan anak yang merupakan tunas bangsa, hal ini tentunya dimulai dari kualitas sekolah yang harus kita bangun dari awal, sehingga tidak tertinggal nantinya,” tambahnya.

Terpantau, simulasi dan sosialisasi sekolah tangguh dimulai dengan meninjau kesiapan sekolah, mulai penerapan protokol kesehatan yang ketat, pelaksanaan pemeriksaan suhu, rajin mencuci tangan menggunakan sabun di bawah air yang mengalir, menjaga jarak (sebagian siswa tatap muka, sebagian secara daring mengikuti pembelajaran di rumah), penggunaan masker, pembatasan waktu pembelajaran, ditiadakannya jam istirahat, istirahat di kelas, dan aturan-aturan sejenis yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu