Terkait Denda Pelanggar Prokes, Ini Suara Pelajar di Blitar

Share this :

Blitar, koranmemo.com – Penerapan pendisiplinan dengan sanksi denda yang dilakukan tim gabungan Polres Blitar Kota dalam penegakan protokol kesehatan (Prokes) menuai banyak komentar dari para pelajar di Kota Blitar. Ada yang setuju dengan sanksi tersebut, ada pula yang tidak setuju dengan sanksi denda tersebut.

Seperti yang diungkapkan Vanisa Intan yang setuju dengan diberlakukannya sanksi denda tersebut. Siswi SMK 3 Blitar ini menganggap sanksi denda tersebut sangat efisien untuk penegakan kedisiplinan bermasker saat melakukan aktifitas di luar rumah.

“Efisien jika menurut saja. Karena ini akan memberikan efek jera bagi mereka yang melanggar protokol kesehatan. Jika bisa dendanya lebih tinggi lagi, agar mereka tidak mengulangi,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan Winarto. Menurutnya selama ini sosialisasi yang dilakukan petugas kepolisian, TNI dan pemerintah sudah maksimal. Penerapan sanksi sosial seperti membersihkan fasilitas umum, menyanyikan lagu kebangsaan dan push up belum memberikan efek jera.

Pernyataan berbeda diungkapkan oleh Vera yang menyatakan kurang setuju dengan sanksi denda. Baginya yang merupakan seorang pelajar, denda sebesar Rp 20.000 tersebut dianggap memberatkan untuk kantong pelajar.

“Kalo saya pribadi kurang setuju karena memberatkan bagi pelajar, nominalnya cukup besar,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Blitar Kota AKBP Leonard M Sinambela mengungkapkan pendisiplinan bermasker. Petugas gabungan akan terus melakukan Operasi Yustisi ke berbagai tempat seperti cafe, fasilitas umum dan sekolah-sekolah.

“Sanksi denda ini berlaku untuk semua warga yang melanggar disiplin protokol kesehatan,” tegas AKBP Leonard.

Reporter Nuramid Hasyim
Editor Achmad Saichu