Terjunkan Anjing Pelacak, Libatkan 500 Personil Cari 5 Korban Longsor

Share this :

Nganjuk, Koranmemo.com-Hingga kini, Rabu (12/4), 5 korban longsor di Desa Dlopo, Desa Ngepel, Kecamatan Ngetos belum ditemukan. Dengan kondisi medan yang sulit, Tim SAR gabungan melakukan berbagai upaya pencarian diantaranya dengan menyemburkan water cannon secara manual, hingga mengerahkan tim anjing pelacak.

Lebih dari 500 personil dilibatkan di berbagai sektor. Mereka terdiri dari Basarnas, BNPB, BPBD, Tagana, TNI, Polri, serta unsur relawan lintas instansi lainnya sebanyak 25 orang.

Agus Irianto, Kepala Bagian Humas Pemkab Nganjuk mengatakan, setidaknya dua titik lokasi sudah ditandai oleh tim SAR di area utama longsor, yang diduga menjadi tempat jasad korban tertimbun. Diketahui setelah mereka mengerahkan anjing pelacak K-9 yang sudah terlatih.

“Salah satu titik yang ditandai ada di bawah sebatang pohon besar yang ikut tumbang diterjang longsor. Hanya saja, penggalian kurang maksimal karena masih banyak material. Sedangkan perkiraan ketebalan tanah bisa sampai 20 meter,” ujarnya.

Sementara itu, dua alat berat atau ekskavator baru dapat dikerahkan ke lokasi longsor Selasa (11/4) sore. Caranya dengan membuka jalur di Dusun Dlopo, Desa Kepel, yang memutar dari lokasi posko di Dusun Sumberbendo, atau sebelah timur titik longsor. “Sebab tanpa bantuan alat berat, upaya pencarian korban di areal sekuas tiga hektare akan sangat memberatkan petugas,” paparnya.

Untuk diketahui, Bencana tanah longsor terjadi di Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk pada Minggu (9/4) sekitar pukul 14.00 WIB. Diduga kurang lebih sekitar 5 orang tertimpa longsor tersebut.

Reporter : Yudha Kriswanto
Editor : Achmad Saichu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.