Terjadi Kejutan Jelang Penutupan Pendaftaran Bacawali Kota Blitar

Blitar, koranmemo.com – Hari terakhir pendaftaran bakal calon wali kota (bacawali) dan bakal calon wakil wali kota (bacawawali) Kota Blitar dari  PKB penuh kejutan. Henry Pradipta Anwar yang sebelumnya mendaftar melalui PDIP, tiba-tiba  mendatangi kantor DPC PKB untuk  berebut rekomendasi dari partai besutan Gus Dur itu.

Yang membuat heran, Henry yang juga putra sulung M. Samanhudi Anwar mantan wali kota Blitar itu mendaftar seorang diri tanpa didampingi Santoso. Padahal, ketika mendaftar di PDIP  bersama Santoso dan optimistis bakal mendapat rekomendasi dari DPP. Tak hanya mendaftar ke PKB, Henry juga mendaftar di DPC PPP sebagai calon AG 1 P, sebutan  calon wali kota Blitar.
“Bagi saya ketika ada kesempatan jangan sia-siakan.  Begitu juga pendaftaran seperti ini. Meski saya sebelumnya  sudah mendaftar di PDIP, ketika ada kesempatan terbuka di PKB, saya  memanfaatkannya. Tapi kali ini sendiri, tidak satu paket (tanpa Santoso,red),” kata Henry kepada Koranmemo.com, Selasa (14/01), ditemui usai mendaftar.
Henry berprinsip, sebagai  bakal calon wali kota, sudah menjadi kewajibannya untuk merangkul semua elemen masyarakat. Termasuk di antaranya soal partai pengusung.   Semua harus dirangkul demi mewujudkan visi dan misi bersama. “Bagi saya, PKB adalah  saudara. Karena ayah saya dulu (Samanhudi,red) juga diberangkatkan dari PDIP dan PKB. Sudah sepantasnya  saya juga mengikuti tradisi dulu,” kata mantan anggota DPRD Kota Blitar ini.Henry sendiri datang mendaftar sekitar pukul 15.00. Dia diantar sedikitnya 2 ribu pendukungnya dengan mengendarai sepeda motor dan pikap.  Sejumlah tokoh pun mendampinginya. Di antaranya Ito Tubagus Aditya yang juga  ketua DPC Demokrat Kota Blitar, para pengurus  Partai Golkar dan lain sebagainya. Tiba di kantor DPC PKB langsung disambut  ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto berserta sejumlah panitia penjaringan bacawali dan bacawawali.

Kembali ke pernyataan Henry, meski sudah mendaftar di PKB, dirinya tetap berharap PDIP memberikan rekomendasi kepada dirinya. Jika memang nantinya PDIP dan PKB, PPP dan Golkar serta Demokrat  memberikan  rekomendasi, dia menyebut sebagai kekuatan besar. PDIP meraih kursi  10,  PKB  empat kursi, PPP tiga kursi, Golkar 1 kursi. Sehingga ditotal 18 kursi.

Sementara  persyaratan mengusung bakal calon wali kota minimal  5 kursi dari total 25 kursi di DPRD Kota Blitar.  “Tetap optimistis  juga dapat restu dari  PDIP. Komunikasi politik dengan pusat juga masih  jalan kok,” katanya lagi.

Ketua DPC PKB Kota Blitar, Yasin Hermanto  mengakui  kedatangan Henry  merupakan kejutan bagi dirinya. Meski tanpa didampingi bacawawali,  sesuai prosedur tetap dilayani. Daerah hanya punya wewenang perintah dari partai pusat. Sementara untuk rekomendasi tetap menjadi ranah DPP. “Meski tidak satu paket, tetapi dilayani. Karena prinsipnya PKB terbuka untuk semua,” katanya.

Selain itu, diakuinya, hari terakhir  banyak calon yang  ingin mendapat restu dari PKB. Dia menyebut  yang sudah mendaftar seperti  Tjutjuk Sunario, Heru Sunaryanta,  Galeh Laksana, Henry Pradipta Anwar, Muhtar Lubi, Tobroni atau Kak Toni hingga Tofan yang juga petinggi polisi. “Untuk Tofan kabarnya  mendaftar jelang tengah malam atau sekitar pukul 23.00 atau sejam sebelum tutup pendaftaran, Ya, kita tunggu saja nanti,” katanya.

Setelah  mendaftar, berkas-berkas para calon nantinya juga bakal disetorkan ke DPP PKB.  Soal siapa yang punya kans atau peluang mendapatkan rekomendasi, dirinya tidak bisa berandai-andai. “Semua urusan partai, kami hanya menjalankan  prosedur saja,” katanya.

Reporter Abdul Aziz Wahyudi
Editor Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date