Terhambat, Produksi Garam di Kabupaten Pasuruan Masih Sekitar 61 Persen

Pasuruan, koranmemo.com – Meski musim penghujan sudah mulai turun,  untuk produksi garam di Kabupaten Pasuruan terus dilanjutkan.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan, Slamet Nurhandoyo melalui Kabid Usaha Perikanan Soegeng Subijanto mengatakan, produksi Garam tetap dilanjutkan, hal itu bertujuan demi mencapainya target tahunan yang dipatok sebesar 15.600 ton pertahun.

Sedangkan hingga akhir Oktober lalu, produksi garam di Kabupaten Pasuruan masih mencapai sekitar 9600 ton. Karena itu, para petambak garam terus digenjot untuk terus memproduksi garam sesuai target yang diharapkan.

“Sekarang jumlah produksi garam sudah mencapai 61 persen dari target yang ditetapkan. Maka dari itu, produksi garam terus kita genjot dengan harapan bisa sesuai dengan apa yang kami harapkan,” ujar Soegeng,  Sabtu (7/11).

Hanya saja, dalam proses produksi garam kemarin, sempat mengalami gangguan yang di sebabkan oleh turunnya hujan beberapa hari lalu.

“Di Pasuruan sempat hujan yang deras sekali hingga 8 jam. Itulah yang sangat berpengaruh terhadap penjemuran atau pengeringan garam itu sendiri. Tapi kalau ditanya apa masih produksi, ya masih banyak yang jalan,” jelasnya.

Soegeng menjelaskan, untuk tahun 2020 ini, masa awal panen garam agak sedikit mundur. Hal itu disebabkan sampai akhir Juni ini masih masa peralihan dan belum memasuki musim kemarau. Sehingga produksi garam baru dimulai sejak Agustus lalu.

Untuk produksi garam itu sendiri memang dimulai setelah Lebaran. Namun, imbas dari Pandemi Covid-19 membuat banyak pekerja yang biasanya dari luar daerah masih belum datang, hal inilah yang membuat persiapan garam baru dimulai pada bulan agustus.

“Termasuk petambak biasanya baru mulai persiapan saat benar-benar tidak ada hujan. Dan ada kendala juga di pekerja tambak yang dari luar kota masih belum datang imbas corona,” imbuhnya.

Lebih lanjut Soegeng menegaskan bahwa proses persiapan sampai produksi garam memang membutuhkan waktu yang lama.

Baik itu persiapan lahan, perbaikan pematang, persiapan meja garam, sampai persiapan produksi seperti kincir angin dan pemasangan geoisolator.

Seperti diketahui, tahun lalu, produksi garam di Kabupaten Pasuruan sudah cukup bagus. Dari target sebesar 15.555 ton bisa realisasi mencapai 25.163 ton. Sedangkan target tahun 2020 ini sebesar 15.600 ton. Menurut Soegeng, untuk produksi garam tahun ini memang ada tantangan. Selain kemarau basah, pengaruh anomali La Nina yang menyebabkan hujan bisa turun di bulan Oktober sampai November juga menghambat produksi garam.

“Jelas La Nina ini berpengaruh, tapi karena hujan masih bersifat lokal. Sehingga tambak garam masih bisa kering dan kami tetap optimis pada November adalah masa puncak panen garam,” ujarnya.

Reporter: Lalang Safurdiantoni

Editor: Della Cahaya